DPRD Kota Semarang Menilai Perubahan Kota Semarang Makin Signifikan di Usia 472

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan memasuki usia ke-472, perkembangan Kota Semarang semakin signifikan.

DPRD Kota Semarang Menilai Perubahan Kota Semarang Makin Signifikan di Usia 472
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Ribuan massa mengikuti senam bersama di Jalan Pemuda dalam rangka Pembukaan HUT ke-472 Kota Semarang, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki usia ke-472, perkembangan Kota Semarang semakin signifikan. Berbagai perubahan dapat dilihat dari pembangunan di sejumlah tempat di Kota Semarang.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, hal tersebut dapat dilihat dari indeks pembangunan manusia untuk Kota Semarang hingga kini telah mencapai 82.06. Menurutnya, hal tersebut patut diapresiasi sebab Kota Semarang menjadi kota dengan indeks pembangunan manusia tertinggi di Jawa Tengah.

"Kami bangga sebagai warga Kota Semarang. HUT ke-472 sudah banyak perubahan yang signifikan. Kota Semarang adalah kota yang layak huni. Warga merasa puas dengan perbaikan infrastruktur, pelayanan kesehatan, maupun pendidikan," tutur Supriyadi, Kamis (2/5/2019).

Di samping pembangunan infrastruktur di wilayah pinggirian, Supriyadi berharap,
Pemerintah Kota (Pemkot) untuk terus melakukan peningkatan layanan kesehatan. Infrastrutur sekolah baik SD maupun SMP juga perlu diperbaiki, sehingga pelayanan pendidikan akan semakin baik.

"Kami berharap ada peningkatan lagi. Jadi, tidak ada warga yang keikutsertaan BPJS ditolak atau tidak dapat ruangan. Ini yg menjadi PR besama. Infrastruktur sekolah juga masih banyak yang perlu perbaikan," ujarnya.

Dia menambahkan, pengentasan rob dan banjir diwilayah timur seperti normalisasi sungai banjir kanal timur (BKT), Sringin, Tenggang, dan Babon, juga menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pemkot agar target 2020 Semarang bebas banjir bisa terwujud.

Selain itu, wilayah barat seperti sungai Bringin juga masih dalam proses permohonan anggaran kepada pemerintah pusat.

"Ini PR besar agar 2020 Kota Semarang bisa terbebas dari banjir," ucapnya.

Menurutnya, semua hal itu memang butuh proses. Terkait dengan masih adanya masyarakat yang belum direlokasi di sepanjang sungai BKT, dia mendorong dinas terkait untuk bisa mengomunikasikan agar masyarakat bersedia direlokasi sehingga pembangunan bisa segera dirampungkan.

Dikatakannya, masyarakat Kota Semarang juga diharapkan dapat membantu proses pembangunan wilayah misalnya dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak buang sampah sembarangan. Peraturan daerah (perda) yang mengatur hal tersebut juga perlu ditegakkan agar masyarakat sadar untuk menjaga lingkungannya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved