Awal Ramadan 1440H, Dihitung Berdasar Metode Astronomi Modern, Hilal Memenuhi Syarat di Tanggal ini

Menurut Rukman, karena hilal adalah salah satu fase bulan maka secara umum proses penghitungannya sama saja

Awal Ramadan 1440H, Dihitung Berdasar Metode Astronomi Modern, Hilal Memenuhi Syarat di Tanggal ini
Tribun Jateng/mamdukh adi priyanto
Pantauan hilal di Pantai Kartini Jepara 

TRIBUNJATENG.COM – Hanya tinggal menghitung hari umat muslim di dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Biasanya, untuk menentukan hari pertama bulan Ramadhan, pemerintah Indonesia meliputi Kementerian Agama (Kemenag), BMKG, LAPAN dna berbagai pihak terkait akan mengadakan sidang isbat.

Bagian terpenting dalam sidang isbat ialah pemantauan hilal.

Hilal atau bulan sabit muda pertama merupakan tanda dari permulaan bulan dalam kalender Islam.

Seperti definisi di atas, hilal merupakan salah satu fase bulan.

Hal ini berarti, hilal juga seperti bulan purnama atau gerhana bulan yang bisa dihitung dan diperkirakan dengan metode astronomi masa kini.

Lalu, apakah hilal untuk bulan Ramadhan tahun ini juga bisa dihitung?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Rukman Nugraha, peneliti muda BMKG.

Menurut Rukman, karena hilal adalah salah satu fase bulan maka secara umum proses penghitungannya sama saja.

"Mungkin perbedaan mendasarnya adalah Hilal itu dihitung pada saat Matahari terbenam hingga bulan terbenam," ujar Rukman melalui pesan singkat.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved