Dua Karya Ahli Astronomi yang Bisa Menjadi Rujukan Hisab Menentukan Awal Puasa Ramadhan

Berikut ini dua karya ahli astronomi yang bisa menjadi rujukan metode hisab dalam menentukan awal puasa Ramadhan.

Dua Karya Ahli Astronomi yang Bisa Menjadi Rujukan Hisab Menentukan Awal Puasa Ramadhan
ASTRONOMY FOR BEGINNERS
Ilustrasi hisab menentukan awal puasa Ramadhan 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut ini dua karya astronom yang bisa menjadi rujukan metode hisab dalam menentukan awal puasa Ramadhan.

Jatuhnya awal Ramadhan dan Syawal menjadi informasi yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam.

Sebab pada Ramadhan umat Islam akan menjalani puasa selama sebulan penuh hingga datangnya Syawal.

Ramadhan menjadi bulan istimewa khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Dalam Islam ada dua metode untuk menentukan awal Ramadhan.

Metode itu adalah hisab (perhitungan secara ilmu astronomis dan matematika) dan rukyat (melihat hilal atau bulan sabit).

Melihat hilal dilakukan dengan mengamati bulan baru setelah terjadinya ijtimak.

Biasanya dilakukan pada tanggal akhir, 29 di tiap bulan Hijriyah.

Berbeda dengan metode hisab.

Metode ini dilakukan dengan menghitung rumus-rumus yang ada.

Halaman
123
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved