Ini Alasan Bersalin Dalam Air Tidak Direkomendasikan di Indonesia

Water birth atau persalinan di dalam air akhir-akhir ini menjadi salah satu pilihan metode ibu melahirkan.

Ini Alasan Bersalin Dalam Air Tidak Direkomendasikan di Indonesia
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Dr Melyana Nurul Widyawati, S.Si, T, M. Kes memberikan materi di hadapan ratusan peserta dalam acara Seminar Nasional "Manajemen Nyeri dalam Layanan Kesehatan di Era Milenial", di Gedung Auditorium STIKES Telogorejo Semarang, Sabtu (04/05/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Water birth atau persalinan di dalam air akhir-akhir ini menjadi salah satu pilihan metode ibu melahirkan.

Selain karena tren, water birth termasuk dalam gentle birth atau cara melahirkan dengan tenang sehingga ibu yang melakukan persalinan mendapatkan efek rileks tanpa rasa nyeri.

Namun tahukah Anda, water birth tidak direkomendasikan di Indonesia?

Dr. Melyana Nurul Widyawati, S.Si, T, M.Kes, Dosen Politekkes Semarang menuturkan, water birth tidak direkomendasikan karena beberapa alasan.

Di antaranya adalah karena sarana dan prasarana yang kurang mendukung sehingga water birth tidak dianjurkan.

"Water birth tidak direkomendasikan oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) karena membutuhkan sarana dan prasarana kompetensi yang baik dari para pendukungnya," jelasnya usai menjadi narasumber dalam seminar bertajuk Manajemen Nyeri dalam Layanan Kesehatan di Era Milenial yang diselenggarakan oleh STIKES Telogorejo Semarang di Gedung Auditorium, Sabtu (04/05/2019).

Sarana dan prasarana itu, kata Melyana, di antaranya adalah membutuhkan air yang steril, suhu selalu hangat, ada dokter Obgyn dan dokter spesialis anak.

"Jadi, kalau terjadi komplikasi baik pada ibu maupun bayi dapat segera teratasi dan biayanya mahal," paparnya.

Namun demikian, ia menjelaskan, masih ada beberapa metode lainnya dalam gentle birth ini yang aman digunakan.

Seperti hypnobirthing dan silent birth.

Halaman
12
Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved