Jadi Pembicara Seminar Manajemen Rumah Sakit, Bupati Pati Paparkan Pengelolaan JKN

Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menjadi pembicara seminar Manajemen Rumah Sakit Terkini RSU Fastabiq PKU Muhammadiyah 2019.

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto bersama Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menjadi pembicara dalam seminar Manajemen Rumah Sakit Terkini RSU Fastabiq PKU Muhammadiyah 2019.

Bertempat di Muria Ballroom The Safin Hotel, seminar yang diikuti 125 peserta ini mengambil tema "Manajemen Casemix dan Pendekatan Lean Hospital Untuk Tercapainya Efisien dan Efektifitas Rumah Sakit di Era UHC JKN berbasis Manajemen Kinerja yang Result Oriented, Sukses di Era JKN".

Bupati Pati Haryanto sebagai pembicara mengapresiasi tema seminar ini, terlebih sejak program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini diluncurkan oleh pemerintah.

Di satu sisi program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, di sisi lain juga terkadang menimbulkan polemik.

Resmikan Gedung Baru SMP Kanisius Pati, Bupati Haryanto: Ayo Bangun Bumi Mina Tani

"Permasalahan seperti ini, pasti akan dapat teratasi. Terlebih apabila semua pihak dapat memahami program-program yang diluncurkan oleh pemerintah guna menyejahterakan masyarakatnya," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Haryanto, digelar acara seminar, dilakukan langkah-langkah juga pertemuan-pertemuan dari Kementerian Kesehatan hingga ke pemerintah daerah, dengan tujuan agar muncul rekomendasi sebagai acuan untuk mengelola rumah sakit yang baik.

"Dengan tema ini, tujuan seminar ini memang tidak hanya berorientasi pada hasil saja, namun juga banyak, terlebih berorientasi pada pasien. Dengan upaya maupun regulasi yang diluncurkan pemerintah pusat, pemerintah daerah tidak tinggal diam dan berusaha meresponsnya," ujarnya.

Haryanto menegaskan, kalau kesehatan maupun asuransi dibiayai oleh negara, konsekuensinya adalah jangan berorientasi pada hasil dan keuntungan saja, namun orientasi pada pasien serta bagaimana melayaninya dengan baik.

"Jadi JKN yang ditanggung oleh pemerintah pusat, peran serta pemerintah daerah banyak, tidak sedikit. Kewajiban kepesertaan dari pemerintah pusat paling tidak sebesar 95%, dan Pati baru sekitar 82,21%. Artinya, penduduk saya ada 1,3 juta dan yang tercover sebanyak 1 juta 76 ribu 888. Kekurangannya akan kita penuhi secara bertahap", pungkasnya.

Direktur RSU Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah, Dr Aldila S Al Arfah mengatakan, dengan kegiatan ini semoga menjadi bagian dari ikhtiar agar dapat memberikan pelayanan terbaik, bahwa pemerintah telah memberikan sebuah program berbentuk JKN yang disalurkan oleh BPJS.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved