35 Pemandu Lagu Terjaring Razia Satpol PP Pekalongan, Ada yang Meronta Takut disuntik

Sedikitnya 35 Pemandu Lagu (PL) dan satu Pekerja Seks Komersial ( PSK) terjaring operasi cipta kondisi yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Pekalongan

35 Pemandu Lagu Terjaring Razia Satpol PP Pekalongan, Ada yang Meronta Takut disuntik
Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo
Petugas Dinas Kesehatan Kabupeten Pekalongan sedang melakukan pemeriksaan terhadap pemandu lagu yang terjaring operasi Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Sabtu (04/05/2019) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sedikitnya 35 Pemandu Lagu (PL) dan satu Pekerja Seks Komersial terjaring operasi cipta kondisi yang dilakukan petugas Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Sabtu dini hari (4/5/2019).

Mereka terjaring pada saat berada di tempat hiburan malam yang ada di Kabupaten Pekalongan.

"Mereka diamankan di tempat hiburan malam dan warung swike yang berada di wilayah Kecamatan Bojong, Kecamatan Wiradesa, Kecamatan Karanganyar, dan Kecamatan Sragi," kata Kabid Tratibum Satpol PP Kabupaten Pekalongan Argo Yudha Ismoyo kepada Tribunjateng.com.

Menurutnya, operasi cipta kondisi dilakukan jelang pelaksanaan puasa yang tinggal beberapa hari lagi

Operasi ini juga disebutnya untuk menjaga kekhidmatan saat bulan Ramadhan.

"Kami membagi beberapa tim untuk melaksanakan operasi ini. Tim ini menyisir dari pusat Kabupaten Pekalongan hingga ke perbatasan Kabupaten Pekalongan," jelasnya.

Kemudian para Pemandu Lagu dan PSK yang terjaring operasi ini dibawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Pekalongan untuk dilakukan pembinaan.

Bahkan mereka juga diharuskan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Argo mengungkapkan tidak hanya itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pemandu lagu dan PSK.

"Cek kesehatan ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit HIV/Aids. Bahkan tadi ada satu pemandu lagu menangis dan meronta-ronta hendak di suntik, dia menangis karena takut dengan jarum suntik. Alhamdulillah setelah satu jam dibujuk rayu, pemandu lagu tersebut mau disuntik,"jelasnya.

Argo juga menjelaskan operasi ini akan terus dilakukan selama bulan suci ramadhan.

Pihaknya menambahkan, rasa aman dan nyaman, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, Satpol PP, kepolisian ataupun TNI.

Tapi, juga menjadi tanggung jawab bersama semua kalangan masyarakat.

"Untuk itu, kami berharap masyarakat bisa turut andil untuk membantu menjaga kententraman di masing-masing wilayahnya,"imbuhnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved