Hadiri Peringatan Waisak 2563 BE, Bupati Pati: Jangan Ada Anggapan Mayoritas Menang-menangan

Bupati Pati Haryanto menghadiri Peringatan Waisak 2563 BE (Buddhis Era) yang diselenggarakan Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI)

Hadiri Peringatan Waisak 2563 BE, Bupati Pati: Jangan Ada Anggapan Mayoritas Menang-menangan
Istimewa
Bupati Pati Haryanto (berbatik dan berkalung bunga) menghadiri Peringatan Waisak 2563 BE di Vihara Bodhi Kaloka, Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Sabtu (4/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto menghadiri Peringatan Waisak 2563 BE (Buddhis Era) yang diselenggarakan Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Kabupaten Pati di Vihara Bodhi Kaloka, Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Sabtu (4/5/2019).

Di hadapan ribuan umat Buddha asal Pati, Kudus, dan Jepara, Haryanto mengucapkan selamat kepada warga Buddha yang memperingati Trisuci Waisak.

Haryanto juga secara khusus mengapresiasi tema yang diusung KBI dalam perayaan waisak tahun ini, yakni "Mencintai Tanah Air Indonesia". Membahas tema tersebut, Bupati Haryanto mengaitkannya dengan pelaksanaan pesta demokrasi dan upaya menjaga kebersamaan sebagai wujud cinta tanah air.

"Kita patut bersyukur, yang ramai hanya di media sosial. Di kehidupan nyata kita lebih dewasa. Sebab, setiap kali memperingati hari besar keagamaan, kita tidak pernah mengajarkan untuk berseteru," ucapnya.

Haryanto berharap, peringatan Waisak dapat memberi semangat dan inspirasi agar bangsa Indonesia tidak mau dipecah belah, lebih-lebih karena perbedaan keyakinan.

"Kita harus bersatu agar saling mengasihi, tidak bercerai berai. Semangat cinta tanah air harus dimulai dari kita yang ada di bawah," tandasnya.

Menurut Haryanto, peringatan hari besar keagamaan antara lain dilakukan untuk meneladani nilai kebersamaan dan guyub rukun yang dicontohkan para pendahulu dan para pemuka agama.

"Semua agama tidak ada yang memberi ajaran yang tidak baik, misalnya memusuhi negara dan mencerai-berai masyarakat. Kalau ada yang seperti itu, dia hanya oknum yang ingin membuat suasana tidak damai.

Oleh karena itu, jangan ada anggapan bahwa yang mayoritas menang-menangan dan yang minoritas merasa tertekan. Kita semua mempunyai kesempatan yang sama untuk hidup damai di negara ini," tegasnya.

Haryanto mengungkapkan, kehadirannya dalam peringatan Waisak di Vihara Bodhi Kaloka hari itu, secara tidak langsung merupakan upayanya dalam membina kerukunan umat beragama yang ada di Pati.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved