Jelang Ramadan, Warga Wonokerto Pekalongan Ziarah Meski Makam Leluhur Terendam Rob

Sejumlah warga melakukan nyadran (kunjungi makam) di makam Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (5/5/2019).

Jelang Ramadan, Warga Wonokerto Pekalongan Ziarah Meski Makam Leluhur Terendam Rob
Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo
Sejumlah warga berziarah ke makam Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan yang terendam rob, Minggu (5/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sejumlah warga melakukan nyadran (kunjungi makam) di makam Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (5/5/2019).

Ratusan makam di pemakaman umum tersebut tenggelam karena terjangan rob atau luapan air laut yang semakin parah.

Tradisi Nyadran merupakan tradisi mendoakan keluarga yang sudah meninggal jelang Ramadan.

Salah satunya Ahmad Rozi (31) warga Pesanggrahan RT 06 RW 02, Kecamatan Wonokerto yang nyadran di makam orang tuanya mengatakan makam orang tuanya terendam air rob bahkan samping lokasi TPU sudah seperti lautan.

Jelang Ramadan, Ratusan Botol Miras Diamankan Satpol PP Kabupaten Pekalongan

"Dulu makam orang tuanya tidak terendam sekarang terendam rob dan bahkan sangat sulit sekali kita berdoa di samping makam," kata Ahmad Rozi warga Pesanggrahan saat ditemui Tribunjateng.com di TPU Pesanggrahan.

Tidak hanya makam yang terendam rob, akses jalan menuju makam juga digenangi air sekitar 20 hingga 30 Centimeter.

"Ada dua blok di makam Pesanggrahan, satu blok yang ditempati orang tuanya sudah terendam air dan satu blok lainya sebagian besar makamnya terendam juga," jelasnya.

Terpisah Nur Choiruddin (30) warga Kabupaten Batang menjelaskan ia kaget melihat makam kakak iparnya terendam air rob.

"Empat bulan yang lalu, makam kakak iparnya belum ada air. Tapi sekarang kaget, makamnya terendam air. Bahkan tadi sempat bingung mencari makamnya," jelasnya.

2 Kampus Milik PCNU Kabupaten Pekalongan Kerjasama dengan Universitas Sains dan Teknologi China

Sementara itu, Pariyah (40) warga Desa Pesanggrahan yang ziarah ke makam suaminya menuturkan ia merasa prihatin melihat makam suaminya yang terendam air rob.

"Suaminya bernama Ubadi (58) meninggal karena kecelakaan di tol Cipali pada empat bulan yang lalu dan dimakamkan di TPU ini. Namun aksesnya ke makam sangat sulit sekali jalanya terendam rob," ujarnya.

Tidak hanya itu, rumahnya juga ikut terendam air rob sekitar 30 Centimeter.

Air yang menggenangi rumahnya sudah hampir satu bulan.

"Harapannya musibah ini segera selesai, agar aktivitas bisa normal kembali,"jelasnya. (dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved