Permohonan Kasasi Ditolak Mahkamah Agung, Begini Respon Honda Pada Kasus Dugaan Kartel Motor Matik

"Kami tidak akan pernah menurunkan harga, kenapa? Karena harga yang kami berikan itu sudah disesuaikan kemampuan dari segmen konsumen," kata Thomas.

Permohonan Kasasi Ditolak Mahkamah Agung, Begini Respon Honda Pada Kasus Dugaan Kartel Motor Matik
GRIDOTO.COM/ISTIMEWA
Ilustrasi. Perakitan Honda BeAT eSP 

TRIBUNJATENG.COM - Baru-baru ini Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) atas pengaturan harga atau kartel segmen skuter matik 110 cc hingga 125 cc.

Hal ini menimbulkan tanggapan dari berbagai pihak yang mewakili masyarakat dan berharap keduanya untuk menurunkan harga jual motornya.

Thomas Wijaya, selaku Direktur Pemasaran AHM pun menanggapi keputusan MA dan menghormati putusan tersebut.

Meski begitu, pihaknya sedikit kecewa serta bersikeras menolak telah melakukan hal tersebut.

"Sebenarnya sih bukan kartel ya. Itu kan lebih spesifik ke pengaturan harga bersama. Jadi kami tidak bicara kartel, yang dituduhkan KPPU adalah pengaturan harga," papar Thomas saat berada di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

"Satu yang pasti, kami tidak pernah melakukan namanya pengaturan harga bersama. Kedua tentu dengan keputusan dari Mahkamah Agung kami sangat kecewa," imbuhnya.

Lantas, apakah dengan penolakan kasasi MA tersebut membuat Honda menurunkan harga motornya?

Thomas menambahkan, keputusan itu tidak lantas membuat AHM menurunkan harga kendaraannya.

Sebab mereka tidak merasa telah melakukan pengaturan harga bersama.

Serta, harga yang mereka tawarkan sudah diperhitungkan sangat rinci dan menyesuaikan kemampuan konsumen.

"Kami tidak akan pernah menurunkan harga, kenapa? Karena harga yang kami berikan itu sudah disesuaikan kemampuan dari segmen konsumen," kata Thomas lagi.

"Kemudian harga-harga tersebut sudah sangat diperhitungkan dari sisi produk, teknologi, fitur. Begitupun dari sisi biaya material, ongkos produksi, tenaga kerja. Kemudian juga berbagai perpajakan sudah kami hitung sampai di situ," bilangnya.

Sementara itu dikutip dari GridOto.com juga, hal serupa juga coba dikonfirmasikan kepada pihak Yamaha Indonesia.

Namun hingga berita ini diturunkan, telepon maupun pesan yang dikirim redaksi tidak direspon. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di GridOto.com berjudul "Terjerat Kasus Kartel, Apakah Honda dan Yamaha Bakal Menurunkan Harga Motornya?"

Editor: deni setiawan
Sumber: Gridmotor.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved