Mujiyat Tak Ingin Pengalamannya Sakit Keluarkan Biaya Mahal Terulang di Orang Lain

Mujiyat (44) menjadi Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Mujiyat Tak Ingin Pengalamannya Sakit Keluarkan Biaya Mahal Terulang di Orang Lain
TRIBUNJATENG/DOK
BPJS Kesehatan informasi 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Mujiyat (44) menjadi Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang.

Ia bersama 37 orang lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga membantu Badan Pemberi Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengoptimalkan iuran peserta.

Yang menjadi fokus Mujiyat ialah segmen kepesertaan Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

Menurut Mujiyat, selama ini banyak warga di daerahnya yang tidak tahu apa manfaat dan bagaimana cara mengakses JKN.

"Di tempat saya, masyarakat tidak tahu caranya bisa menjadi peserta JKN.

Selain jauh dari pusat kota dan minim informasi, di tempat saya mereka rerata bekerja sebagai petani dan dagang," ujar Mujiyat.

Pengalamannya ketika sakit dan harus rawat inap kemudian harus mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah, membuatnya tak ingin ada orang lain yang senasib.

Ia pun tergerak untuk memberikan kesadaran pada orang-orang terdekatnya untuk menyisihkan sebagian rupiah tiap bulannya namun bisa memiliki jaminan bila terjadi masalah terkait kesehatan.

Selain kesadaran untuk membayar kewajiban bulanan, ia juga paham terkadang beberapa orang enggan menunaikan kewajibannya setelah mendapatkan manfaat dari JKN.

"Kalau warga biasanya nggak merasa butuh ketika sehat, tapi kalau mendadak sakit, mereka langsung panik mencari bantuan.

Halaman
123
Penulis: amanda rizqyana
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved