PMI Kabupaten Pekalongan Sediakan Bingkisan Khusus Bagi Pendonor Selama Ramadan

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menyiapkan bingkisan khusus bagi pendonor darah.

PMI Kabupaten Pekalongan Sediakan Bingkisan Khusus Bagi Pendonor Selama Ramadan
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Usamah Zaid (45) warga Coprayan, Kecamatan Buaran, sedang mendonorkan darahnya di kantor UTD PMI yang berada di Jalan Raya Karangsari, Kecamatan Karangyar Kabupaten Pekalongan, Selasa (7/5/2019) malam 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menyiapkan bingkisan khusus bagi pendonor darah.

Hal ini dilakukan, guna menarik lebih banyak orang menyumbangkan darah selama bulan puasa, ketika jumlah pendonor darah biasanya menurun.

"Setiap hari kami siapkan puluhan bingkisan bagi para pendonor," kata PLT kepala UTD PMI Kabupaten Pekalongan dr Liliy Gunawan saat ditemui Tribunjateng.com di kantornya, Selasa (7/5/2019).

Menurut dr Liliy bingkisan yang diberikan merupakan ucapan terimakasih dan kenang-kenangan kepada pendonor yang sudah peduli dengan kemanusiaan.

"Jangan dilihat dari bentuk dan harganya bingkisan tersebut. Tapi lihatlah kepedulian para pendonor yang menyumbangkan darah pada bulan Ramadan," jelasnya.

Mengenal Bukit Soeharto Kalimantan Timur, Calon Ibu Kota Indonesia yang Dikunjungi Presiden Jokowi

Ia menjelaskan, setiap harinya ada 40 orang yang menyumbangkan darahnya.

Tidak hanya itu, biasanya pada pertengahan Ramadan pendonor lebih ramai dan paling ramai pada saat setelah buka puasa.

"Harapannya dengan adanya bingkisan khusus ini, kami harapkan mampu memancing pendonor agar ketersediaan darah di PMI tetap mencukupi kebutuhan masyarakat, sebab tren permintaan darah selama puasa cenderung naik," ungkapnya.

Liliy menambahkan apabila masyarakat yang ingin melakukan donor darah pada malam hari, datang saja ke kantor UTD PMI yang berada di Jalan Raya Karangsari, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

"Apabila masyarakat yang ingin melihat stok darah di Kabupaten Pekalongan biasa mengakses di link ini http://udd.ip-dynamic.com/monitor/," tambahnya.

Presiden Jokowi Sebut Kalimantan Timur Layak Jadi Ibu Kota Indonesia, Ini Kajiannya

Terpisah Usamah Zaid (45) warga Coprayan, Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan ia memang sengaja donor darah pada malam hari. Karena, saat siang hari masih bekerja.

"Bahkan masih puasa juga. Makannya ambil malam hari," kata Usamah Zaid.

Zaid menambahkan setiap tiga bulan sekali ia sering mendonorkan darahnya.

Namun tiga bulan kemarin tidak donor darah biasanya sangat tidak enak dan pegal-pegal.

"Bahkan saya sudah empat kali gagal donor darah karena tensinya tinggi. Harapannya, Setelah donor darah kondisi badannya normal kembali," tambahnya. (dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved