Sebar ATM Beras di 5 Titik Masjid di Kota Semarang, Wali Kota Hendi Siapkan 5 Ton Beras Per Bulan

ATM tersebut merupakan mesin yang dapat mengeluarkan beras sebanyak 3 liter atau seberat sekitar 2,5 kilogram per tarikan

Sebar ATM Beras di 5 Titik Masjid di Kota Semarang, Wali Kota Hendi Siapkan 5 Ton Beras Per Bulan
Tribunjateng.com/Reza Gustav Pradana
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) bersama warga setempat, Tarsono, menjajal mesin ATM beras di Masjid Al-Amin, Mugassari, Kota Semarang, Selasa (7/5/2019). (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah menyediakan sebanyak lima mesin Anjungan Terima Mandiri (ATM) beras yang akan tersebar di lima titik masjid di Kota Semarang.

ATM tersebut merupakan mesin yang dapat mengeluarkan beras sebanyak 3 liter atau seberat sekitar 2,5 kilogram per tarikan.

Salah satu masjid yang terdapat ATM beras yakni di Masjid Al-Amin, Jalan Mugas Barat XI, Mugassari, Semarang Selatan dan telah dilaunching oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi), hari ini, Selasa (7/5/2019).

“Fungsinya adalah memberikan persediaan beras bagi masyarakat yang kadang-kadang tidak terdaftar jaminan kesejahteraan nasional.”

“Warga sekitar masjid bisa menarik beras itu setiap minggu sekali,” ungkap Hendi kepada Tribunjateng.com usai launching.

Selain di Mugassari, Hendi menyebutkan lokasi lain yang diberikan ATM beras itu yaitu Mangkang, Tandang, Palebon dan wilayah Semarang Utara.

“Rata-rata yang mendapat beras sekitar seratus orang per masjid tentunya bagi yang memang membutuhkan,” imbuhnya.

Mesin yang dibeli dari ITB itu rencananya akan mendistribusikan satu ton perbulannya.

“Jadi kalau lima titik mesin berarti ada lima ton beras per bulannya yang akan diberikan secara stimulan sampai Bulan Desember 2019 nanti,” kata Hendi.

Setelah itu, pada 2020, pihaknya berharap bahwa adanya mesin tersebut dapat mendorong para dermawan untuk memasok beras bagi warga yang membutuhkan.

Proses pengambilan beras itu bisa dibilang mirip dengan penarikan uang tunai di ATM, sama-sama menggunakan kartu sebagai identitas penarik.

Namun, untuk ATM beras ini kartunya hanya perlu ditempelkan atau didekatkan saja di bagian tengah muka mesin.

Kemudian bahan pangan pokok itu pun mengucur keluar ke baskom persegi empat dan warga bisa memindahkannya ke plastik kresek untuk dibawa pulang.

Sementara itu, usai launching, seorang warga setempat bernama Tarsono mengaku senang usai menjajal mesin itu dan membawa pulang berasnya.

“Senang sekali dapat beras gratis, rencana untuk buka puasa dan sahur ke depan,” ungkap warga Mugassari itu. (tribunjateng/rez)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved