Kunjungan Wisman Meningkat, Asita Jateng: Daya Tarik Itu Bisa Dibuat

Meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Jawa Tengah direspon Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jateng.

Kunjungan Wisman Meningkat, Asita Jateng: Daya Tarik Itu Bisa Dibuat
Istimewa
Kapal Pesiar MV. Sea Bourne Escore merapat di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jumat (19/4) pagi. Kapal tersebut membawa 550 wisman dan 427 crew kapal untuk berkeliling di tempat-tempat wisata Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meningkatnya kunjungan wisatawan asing ke Jawa Tengah direspon Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jateng.

Asita berpendapat, saat ini mulai muncul daya tarik baru bagi industri pariwisata.

Ketua Asita Jateng, Joko Suratno menjelaskan, dahulu destinasi yang menarik bagi wisman terpusat pada tiga titik yakni Borobudur, Karimunjawa, dan Dieng.

Namun kini, menurutnya banyak wisman yang menginginkan pengalaman berbeda.

"Kota Semarang kini juga banyak diminati wisatawan mancanegara. Hanya berkeliling kota ternyata juga membuat mereka penasaran, Kota Lama, Pecinan, dan beberapa destinasi lainnya. Contohnya beberapa waktu lalu ada wisman dari India yang minta citytour," ucap Joko, Rabu (8/5/2019).

Menurutnya, dengan perkembangan teknologi informasi saat ini para wisman bisa menentukan destinasi yang ingin dikunjungi sejak dari negara asal.

Beberapa kerajinan khas daerah biasanya banyak dicari.

"Kerajinan eceng gondok di Ambarawa, atau ukir di Jepara masih jadi favorit wisman," imbuhnya.

Melihat hal itu, ia berpendapat bahwa destinasi wisata yang menarik bagi warga asing sebenarnya bisa dibuat.

Terbukti menurutnya saat ini wisman mulai menentukan alternatif destinasi lain di luar Borobudur dan Karimunjawa.

"Dua destinasi paling populer itu tetap dikunjungi, namun mereka wisman juga punya alternatif lain sebagai pendamping destinasi utama," ucapnya.

Hanya saja, menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan mancanegara ternyata belum begitu dirasakan dampaknya oleh travel agen.

Menurutnya kini, wisatawan asing ada yang datang ke Indonesia tanpa menggandeng agen wisata.

"Sekarang trennya mereka datang booking hotel sendiri, pesawat sendiri, lalu saat berkeliling di sini baru mengontak travel agen entah itu hanya sendiri, berdua, atau grup," imbuhnya. (Rival Almanaf)

Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved