Permudah Layanan Pajak, Bapenda Semarang Luncurkan Lek Paijo

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang meluncurkan Layanan Elektronik Pajak Daerah Sistem Jaringan Online (Lek Paijo)

Permudah Layanan Pajak, Bapenda Semarang Luncurkan Lek Paijo
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana, meluncurkan Layanan Elektronik Pajak Daerah Sistem Jaringan Online (Lek Paijo), Rabu (8/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang meluncurkan Layanan Elektronik Pajak Daerah Sistem Jaringan Online (Lek Paijo), Rabu (8/5/2019).

Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana mengatakan, aplikasi Lek Paijo merupakan pilot project yang dimaksudkan untuk memudahkan para wajib pajak membayar berbagai jenis pajak.

Aplikasi ini memberikan informasi besaran pajak yang harus dibayar dan mencetak berbagai salinan dan tanda lunas pajak seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Reklame, Air tanah, pelaporan pajak daerah, maupun retribusi.

"Aplikasi ini juga memberikan jawaban atas keluhan yang masuk di customer service. Di sini ada 12 aplikasi, yang diperlukan apa tinggal pilih, kalau belum paham bisa lihat penjelasan di bagian bantuan. Nanti juga akan ada operator yang membantu," papar Yudi.

Yudi melanjutkan, dengan kemudahan pelayanan diharapkan akan mempercepat pelayanan sehingga wajib pajak tidak perlu mengantre lama untuk mendapatkan pelayanan. Dengan layanan yang mudah, wajib pajak juga akan lebih terdorong untuk membayar pajak sehingga pendapatan sektor pajak dapat meningkat.

"Capaian hingga Mei 2019 hampir 40 persen secara keseluruhan. Mudah-mudahan adanya ini bisa mempercepat pemenuhan target. Sejauh ini pajak paling besar PBB dan BPHTB," sebutnya.

Kabid Pembukuan dan Pelayanan Bapenda Kota Semarang, Elly Asmara mengatakan, Bapenda rencananya tidak hanya menempatkan aplikasi tersebut di kantor Bapenda saja. Kedepan, pihaknya akan menempatkan Lek Paijo di setiap di setiap kecamatan sehingga wajib pajak tidak harus datang ke kantor Bapenda.

"Nanti yang di kecamatan bentuknya lebih sederhana, seperi ATM. Jadi wajib pajak nanti tinggal memasukan nomor induk kependudukannya. Nanti akan lansung diketahui jumlah yang dibayar. Juga untuk mencetak salinan lunas pajak misalnya PBB yang selama ini setiap hari memang paling banyak dilakukan," katanya.

Tidak hanya itu, sambung Elly, aplikasi Lek Paijo juga bisa digunakan untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil pajak. Selama ini mereka harus bayar ke Bapenda. Namun nantinya mereka bisa membayar langsung ke bank.

"Retribusi OPD diseragamkan lewat aplikasi ini juga, baik parkir dan lain-lainnya. Jadi lebih mudah layanannya," tambahnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, dengan layanan ini diharapkan sekitar 555.000 wajib pajak bisa memanfaatkan layanan ini.

Menurutnya, ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pelayanan sehingga masyarakat tidak perlu datang ke Bapenda untuk mendapatkan pelayanan pajak.

"Ini memutus rantai birokrasi jadi lebih singkat. Para wajib pajak bisa dari rumah dari kantor bisa mengecek jumlah pajak yang harus dibayarkan," paparnya.

Saat Peluncuran Aplikasi Lek Paijo,Warga Genuk, Hartono berkesemparan untuk menggunakan aplikasi tersebut. Menurutnya, hadirnya aplikasi Lek Paijo membuay pelayanan leboh praktis. Dia tidak perlu mengantre untuk mencetak salinan pajak yang dibutuhkan.

"Tadi saya cetak SPPT PBB. Tinggal memasukan NIK, terus muncul jumlah yabg harus dibayar. Salinan juga bisa dicetak langsung," katanya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved