Tarling di Masjid Al Amin, Hendi Ingatkan Letak Keindahan Ramadhan

Memasuki hari ke-2 Ramadhan, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengikuti kegiatan tarawih keliling putaran ketiga usai shalat Isha berjamaah di Mas

Tarling di Masjid Al Amin, Hendi Ingatkan Letak Keindahan Ramadhan
ISTIMEWA
Memasuki hari ke-2 Ramadhan, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengikuti kegiatan tarawih keliling putaran ketiga usai shalat Isha berjamaah di Masjid Al Amin 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memasuki hari ke-2 Ramadhan, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi mengikuti kegiatan tarawih keliling putaran ketiga usai shalat Isha berjamaah di Masjid Al Amin, Kradenan Lama, Selasa(7/5) malam.

Apresiasi dan kagum disampaikan Hendi sapaan akrab wali kota atas selesainya perbaikan masjid Al Amin yang dinilainya sungguh megah dan bagus dengan biaya milyaran rupiah.

Swadaya jamaah secara tulus ikhlas ini, lanjut Hendi, sangat membanggakan sebagai wujud konsep Bergerak Bersama dalam membangun rumah ibadah.

“InshaAlloh panjenengan semua telah memiliki investasi sodaqoh di akherat nanti. Aamiin. Dan ketulusan serta keikhlasan panjenengan menjadi semangat bergerak Bersama yang InshaAlloh akan membawa keberkahan bagi semua jamaah dan Kota Semarang,“ ungkap Hendi.

Tarawih keliling ini lanjut Hendi, selain sebagai bentuk ibadah yang akan dilipatgandakan pahalanya sekaligus sebagai sarana silaturahim dan momentum perekat masyarakat untuk kembali guyub dan menyatukan paseduluran setelah adanya perbedaan yang mungkin muncul pra hingga pasca pemilu raya 17 April lalu.

Melalui Ramadhan, Hendi mengingatkan kembali suatu keindahan toleransi yang harus senantiasa disyukuri dan dijaga.

Dicontohkannya, pada bulan Ramadhan masih tetap ada warung yang buka dan pembeli yang makan.

Bagi mereka yang berpuasa tentu ini menjadi ujian, tantangan namun tetap disikapi dengan menghormati hak mereka yang tidak berpuasa.

Sementara bagi yang tidak berpuasa, tentu adalah hak serta kewajaran untuk tetap makan dan minum guna memenuhi hajat hidupnya.

Namun, semua itu tetap dilakukan dengan menghormati yang berpuasa sehingga tidak makan minum didepan orang berpuasa.

“Ini adalah salah satu letak keindahan Ramadhan. Di mana ada sikap saling menghormati dan saling menghargai, bahkan mensupport aktivitas agama masing-masing yang menunjukkan toleransi yang tinggi antar umat beragama,” terang Hendi.

Guyub, rukun, toleransi serta kondusivitas menurut Hendi adalah landasan fundamental dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, serta kesehatan yang lebih baik dan hebat menuju kesejahteraan masyarakat.

Sebagai upaya menjaga kondusivitas, Hendi juga mengajak masyarakat proaktif menyampaikan berbagai masukan melalui aplikasi Laporhendi ataupun koordinasi langsung dengan kelurahan, kecamatan serta pihak kepolisian.

Dirinya mengajak untuk menjaga iklim kondusif, indah dan sejuk Ramadhan dengan tidak melakukan sweeping.

“Jika ada sesuatu yang dirasa kurang pas, laporkan saja kepada Pemerintah Kota, kami yang akan sampaikan kepada Polrestabes, biarkan Polrestabes yang akan menegur secara persuasif. Dan karena Saya tidak punya aliran kebatinan, jadi tolong masalah dan masukan apapun sampaikan langsung agar segera bisa dicari solusi dan ditindaklanjuti" pungkasnya.(*)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved