Bagaimana Hukumnya Jika Kondisi Junub Telah Memasuki Waktu Subuh

Assalamu’alaikum, tanya Ustadz, Bagaimana ibadah puasa kita ketika belum bersuci dari junub, namun sudah memasuki waktu azan subuh?

Bagaimana Hukumnya Jika Kondisi Junub Telah Memasuki Waktu Subuh
VEDELISTEZE
Ilustrasi mandi sunnah sebelum sholat jumat 

Assalamu’alaikum, tanya Ustadz, Bagaimana ibadah puasa kita ketika belum bersuci dari junub, namun sudah memasuki waktu azan subuh? Terimakasih ustaz, jawabannya.

JAWABAN

Wa’alaikumsalam

Sebelumnya kami jelaskan terlebih dahulu bahwa puasa adalah sebuah ritual ibadah dengan menahan diri sepanjang siang (mulai terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari) dari sesuatu yang membatalkan dengan niat dan ketentuan-ketentuan. Ketentuan-ketentuan tersebut meliputi syarat wajib, syarat sah, rukun, sunah, dan hal-hal yang membatalkan puasa.

Rukun puasa adalah niat (harus dilaksanakan pada malam hari ketika melaksanakan puasa wajib dan boleh dilaksanakan sampai bergesernya matahari ke arah barat jika puasa yang dilaksanakan berupa puasa sunah), menahan diri dari makan dan minum, dari bersenggama, dan dari menyengaja muntah.

Syarat wajib melakukan puasa (seseorang harus menjalankan ibadah puasa ketika telah memenuhi syarat-syarat tersebut) adalah islam, terkenataklif(akil-baligh), mempunyai kemampuan untuk berpuasa, sehat, dan tidak dalam perjalanan jauh (perjalanan yang memperbolehkan seseorang men-qasharshalat).

Syarat sah untuk menjalankan puasa ada empat. Yaitu islam,tamyiz (dapat hidup mandiri), suci dari haid, dan nifas dan telah masuk bulan Ramadan.

Hal-hal yang membatalkan puasa adalah sampainya benda ke dalam perut, memasukkan sesuatu dari lubang qubul-dubur, menyengaja muntah, bersenggama secara sengaja, keluarnya sperma karena bersentuhan, menstruasi, nifas, gila, dan murtad. (FathulQorib, hal: 32-33 Haromain)

Jadi, menjalankan puasa tetap wajib dilaksanakan oleh orang junub karena junub bukan merupakan syarat sah, syarat wajib, maupun sesuatu yang membatalkan puasa.

Aisyah dan Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anhuma berkata: “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima’ dengan isterinya, kemudian ia mandi dan berpuasa” (Hadits Riwayat Bukhari).Semoga bermanfaat.

KH Fadhlullah Turmudzi 

Pengurus RMI PWNU Jateng;

Pengasuh Ponpes APIK

Kaliwungu Kendal

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved