Kunjungan Wisman ke Jateng pada Kuartal I/2019 Meningkat
Sebanyak 6.548 wisman tercatat berkunjung ke Jateng selama periode Januari hingga Maret 2019 melalui Bandara Ahmad Yani Semarang
Penulis: rival al manaf | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Jateng dinilai semakin menarik bagi wisatawan mancanegara (wisman). Setidaknya, hal itu terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng yang menunjukkan adanya peningkatan kunjungan traveler asing melalui jalur udara.
Sebanyak 6.548 wisman tercatat berkunjung ke Jateng selama periode Januari hingga Maret 2019 melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Jumlah itu meningkat dari periode sama 2018 sebanyak 5.448 wisman.
Dari jumlah itu, wisman Malaysia masih menjadi penyumbang terbanyak dengan jumlah 890 orang, disusul Singapura 232 orang, Tiongkok 87 orang, dan India 67 orang. Selain itu juga ada Amerika, Jepang, Korsel, hingga Thailand.
Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengatakan, ada perbedaan penghitungan jumlah kunjungan wisman melalui jalur udara pada 2018 dan 2019. "Kalau tahun lalu pada Januari Bandara Adi Soemarmo masih melayani rute internasional, sedangkan tahun ini semua wisman melalui satu pintu di bandara Ahmad Yani Semarang," katanya.
Menurut dia, data itu belum mencakup semua kunjungan wisman ke Jateng. Mereka yang datang melalui kapal pesiar yang bersandar di Tanjung Emas Semarang atau melalui bandara Yogyakarta belum terhitung.
"Meki begitu, dari bulan ke bulan sejak Januari, Februari, hingga Maret 2019, kunjungan melalui pintu bandara tercatat meningkat. Semoga ini berdampak bagus bagi industri pariwisata di Jateng," tuturnya.
Pada Januari 2019, wisman yang datang tercatat sebanyak 2.171 orang, bulan berikutnya sedikit turun yakni 2.023 orang, tetapi pada Maret kembali melonjak mencapai 2.354 orang.
Dibandingkan dengan kondisi pada 2018 lalu, kunjungan wisman pada setiap bulan itu masih lebih tinggi, yaitu 1.702 orang pada Januari, 1.724 orang pada Februari, dan 2.020 orang pada Maret.
Destinasi baru
Adapun, Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno menyebut, meningkatnya jumlah kunjungan wisman ke Jateng itu dibarengi dengan munculnya sejumlah destinasi idaman baru bagi warga luar negeri.
Menurut dia, dahulu destinasi di Jateng yang menarik bagi wisman terpusat pada tiga titik, yakni Borobudur, Karimunjawa, dan Dieng. Tetapi kini, banyak wisman yang menginginkan pengalaman berbeda.
"Kota Semarang kini juga banyak diminati wisatawan mancanegara. Hanya dengan berkeliling kota ternyata juga membuat mereka penasaran. Kota Lama, Pecinan, dan beberapa destinasi lain kini bisa diandalkan. Kemarin ada beberapa dari India yang minta citytour ke kami," ucapnya.
Joko menyatakan, dengan perkembangan teknologi informasi saat ini para wisman bisa menentukan destinasi yang ingin dikunjungi sejak dari negara asal. Beberapa kerajinan khas daerah biasanya juga banyak dicari.
"Kerajinan eceng gondok di Ambarawa, atau ukir di Jepara juga menjadi favorit wisman saat ini," imbuhnya.
Melihat hal itu, Joko berujar, destinasi wisata yang menarik bagi warga asing sebenarnya bisa dibuat.
Terbukti, saat ini wisman mulai menentukan alternatif destinasi lain di luar Borobudur dan Karimunjawa.
"Dua destinasi paling populer itu tetap dikunjungi, tetapi mereka (wisman-Red) juga punya alternatif lain sebagai pendamping destinasi utama," paparnya. (val)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ratusan-wisman-kapal-pesiar-berkunjung-ke-balai-kota-semarang-rabu-293_20170329_144134.jpg)