Kejari Batang Beri Catatan Khusus Terkait Stunting di Puskesmas Limpung, Program Monev BOK

Selepas monev, tim Kejari Batang menyatakan apabila urusan administrasi pada puskesmas sudah tertib, namun ada beberapa catatan.

Kejari Batang Beri Catatan Khusus Terkait Stunting di Puskesmas Limpung, Program Monev BOK
ISTIMEWA
Tim Dinkes Kabupaten Batang bersama Kejari Batang gelar Monev Biaya Operasional Kesehatan (BOK) ke seluruh puskesmas, Jumat (10/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang gelar monitoring dan evaluasi (Monev) Biaya Operasional Kesehatan (BOK) ke seluruh puskesmas, Jumat (10/5/2019).

Kegiatan monev yang dilakukaan itu, sementara ini masih mencakup Puskesmas Limpung, Puskesmas Tersono, Puskesmas Bawang, dan Puskesmas Reban.

Selepas monev, tim Kejari Batang menyatakan apabila urusan administrasi pada puskesmas sudah tertib, namun ada beberapa catatan.

Kasi Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Batang, Dista Anggara mengatakan, saat monev di Puskesmas Limpung menemukan kendala yakni permasalahan puluhan bayi stunting yang cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Puskemas Limpung dari 1.345 sasaran balita, terdapat 32 balita berumur 0-23 bulan mengalami stunting berkondisi tubuh pendek atau sekitar 2,28 persen.

Sedangkan 34 balita lainnya, kondisinya lebih memprihatinkan, bertubuh sangat pendek atau sekitar 2,53 persen.

"Salah satu peruntukan dana BOK adalah untuk pencegahan stunting dengan mengaktifkan deteksi dini melalui posyandu, kunjungan rumah bagi ibu hamil berisiko, pemberian PMT," jelasnya.

Dista mengatakan, hal itu juga sesuai instruksi Bupati Batang kepada puskesmas untuk mengurangi jumlah bayi stunting di Kabupaten Batang.

Selain itu, permasalahan ODF (open defecation free) atau BABS (Buang Air Besar Sembarangan), menjadi catatan yang diberikan.

Pasalnya, masih ada ratusan rumah tangga berkondisi jambannya sharing atau masih menumpang bersama tetangga.

Halaman
12
Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved