Santri asal Pekalongon Ini Asyik Dengarkan Musik Islami di Tengah Kepungan Petugas di Warnet

Pasalnya dari puluhan pengunjung Warnet yang terletak di Daerah Medono Pekalongon Barat, hanya Rifki yang membuka video-video tentang musik Islami

Santri asal Pekalongon Ini Asyik Dengarkan Musik Islami di Tengah Kepungan Petugas di Warnet
budi susanto
Petugas gabungan saat melaksanakan operasi cipta kondisi di sejumlah Warnet yang ada di Kota Pekalongan, Jumat (10/5/2019) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebut saja Rifki pelajar yang belum genap 15 tahun dari sebuah pondok pesantren yang ada di Kota Pekalongan, membuat petugas gabungan Satpol PP, TNI Polri dan Satlinmas geleng kepala melihat tingkahnya.

Pasalnya dari puluhan pengunjung Warnet yang terletak di Daerah Medono Pekalongon Barat, hanya Rifki yang membuka video-video tentang musik Islami sementara lainnya bermain game online.

Rifki tak mengetahui puluhan petugas masuk ke Warnet tempat ia menghibur diri dalam operasi cipta kondisi yang menyasar ke beberapa tempat hiburan.

Bahkan Rifki yang masih menggunakan sarung serta kopiah putih yang ia taruh di sebelah monitor komputer, masih asyik mendengarkan alunan musik rebana menggunakan headphone di kepalanya.

Karena tidak mengetahui keberadaan petugas, Rifki terus mempraktekan dentuman rebana menggunakan tangan kosong.

Sampai di mana ia menoleh ke kanan, dan melihat sejumlah petugas sudah mengelilinginya.

"Loh kok banyak petugas," katanya sambil tersenyum, Jumat (10/5/2019) dini hari.

Ia nampak tersipu malu, sembari mencopot headphone yang terpasang di kepalanya.

"Maaf pak saya tidak tahu ada petugas datang," tuturnya secara pelan.

Karena petugas gabungan menyasar pengguna Warnet yang melakukan judi online serta menanyakan ijin usaha Warnet, Riski hanya diberi wejangan oleh petugas.

Ia pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya saat petugas mengimbau untuk pulang karena sudah dini hari.

Adapun Henry R, Kabid Tribum Transmas Satpol PP Kota Pekalongan, menuturkan kepada Tribunjateng.com, operasi cipta kondisi sengaja digelar saat Bulan Ramadhan untuk menertibkan tempat hiburan malam termasuk Warnet.

"Beberapa Warnet yang kami sidak ternyata belum memiliki izin untuk membuka usaha, dan beberapa ada yang izinnya sudah habis," ujarnya.

Untuk itu dilanjutkannya, Satpol PP memberikan peringatan terlebih dahulu dan mensosialisasikan tentang Perda perizinan jam operasional tempat hiburan.

"Kami masih memberikan imbauan serta melakukan sosialisasi, namun jika kami datangi kembali tetap nekat tidak segera mengurus perizinan tentunya akan kami lakukan penindakan," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved