Asal Usul Azan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon

Syekh Syarif Hidayatullah yang memerintahkan untuk dilakukan azan oleh tujuh orang bersamaan untuk maksud tujuan tertentu.

Asal Usul Azan Pitu di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon
kompas.com/muhammad syahri romadhon
Azan Pitu 

TRIBUNJATENG.COM -- Tradisi Azan Pitu di Masjid tertua di Cirebon ini punya sejarah tersendiri. Syekh Syarif Hidayatullah yang memerintahkan untuk dilakukan azan oleh tujuh orang bersamaan untuk maksud tujuan tertentu.

Umumnya azan salat lima waktu maupun salat Jumat dikumandangkan oleh satu orang muazin. Meskipun sejumlah masjid melakukan azan dua kali untuk Jumatan, biasanya muazin juga satu orang.

Namun ada tradisi unik yang tetap lestari di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, di Kawasan Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Setiap salat Jumat, azan dikumandangkan oleh tujuh orang yang berdiri bersamaan. Atau biasa dikenal sebagai Azan Pitu (tujuh).

Pada hari Jumat (10/5), Jumatan di Masjid Agung Cipta Rasa, tampak Ketujuh muazin (orang yang azan) bersiap di saf atau barisan khusus yang berada di ruang utama Masjid Agung.

Terdapat lima unit pengeras suara yang dipasang secara berjejer di salah satu tiang.

Mereka mengenakan pakaian khusus. Enam orang muazin mengenakan jubah berwarna hijau dan serban putih. Sedangkan satu orang berjubah putih dan berserban hitam.

Terkadang, ketujuh muazin juga menggunakan jubah dan serban berwarna putih. Jubah ini harus dikenakan setiap melantunkan azan pitu sebagai penanda dan pembeda dengan jemaah lainnya.

Meski dilakukan oleh tujuh orang secara bersamaan, lantunan azan pitu tetap terdengar baik. Panjang pendek nada azan ke tujuh muazin azan pitu ini terdengar seirama. Mereka juga kompak menjaga keseimbangan tinggi rendahnya nada.

Sultan Keraton Kasepuhan XIV, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyampaikan, azan pitu pertama kali dilakukan pada zaman Sunan Gunung Jati, Syekh Syarif Hidayatullah.

Konon Nyimas Pakungwati salah satu istrinya terserang penyakit. Saat itu, wabah itu juga menyerang sejumlah warga Cirebon sekitar keraton.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved