Keluarga Anggota KPPS Solo yang Meninggal Dunia Tolak Usulan Aksi Bongkar Kubur

Keluarga almarhum Alex Robinson menolak usulan autopsi jenazah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Keluarga Anggota KPPS Solo yang Meninggal Dunia Tolak Usulan Aksi Bongkar Kubur
ISTIMEWA
Sarmini menceritakan kematian suaminya di kediaman Praon RT 7 RW 7 Nusukan Solo, Sabtu (11/06/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Keluarga almarhum Alex Robinson menolak usulan autopsi jenazah anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Istri Alex, Sarmini berujar keluarganya tidak berkenan bila liang lahad suaminya dibongkar untuk sekadar autopsi.

Apalagi proses autopsi yang dimaksud sekadar melegakan kepentingan kubu capres tertentu.

"Mboten tegel kulo yen gitu (tidak tega saya kalau begitu). Saya enggak mau, nanti keingat terus,"ucap Sarmini di rumah kerabatnya, wilayah Praon RT 7 RW 7 Nusukan, Kota Solo, Sabtu (11/6/2019).

Kalah dari Liverpool, Lionel Messi Minta Manajemen Barcelona Tendang 3 Pemain Ini

Sarmini menceritakan suaminya meninggal di Rumah Sakit Brayat Minulyo, Sabtu (27/4/2019).

Kematian Alex, lanjut dia, didiagnosa dokter akibat hipertensi atau tekanan darah tinggi.

"Manamungkin kalau disengaja meninggal dunia," tuturnya menyanggah pertanyaan kematian suami secara wajar atau tidak.

Sarmini berujar keluarganya tidak mengetahui adanya usulan aksi pembongkaran makam anggota KPPS yang meninggal.

Sebagai informasi, Alex adalah Ketua KPPS TPS 20 Nusukan, Kota Solo.

"Kata warga sini, bapak paling senior. Jadi ditunjuk sama warga sebagai Ketua KPPS tiap kali ada Pemilu, termasuk tahun ini," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved