Pantau UNBK Kesetaraan Paket B, Pemkab Batang Berharap Peserta Bisa Lanjut Hingga Kuliah

Kepala Disdikbud Kabupaten Batang pantau pelaksanaan UNBK Kesetaraan Paket B di wilayahnya.

Pantau UNBK Kesetaraan Paket B, Pemkab Batang Berharap Peserta Bisa Lanjut Hingga Kuliah
ISTIMEWA
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Achmad Taufiq memotivasi siswa ujian Paket B, di SMK Negeri 1 Warungasem, Minggu (12/05/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Achmad Taufiq memantau langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Siswa Kejar Paket B atau setara SMP, yang pelaksanaanya masih menginduk di SMK Negeri 1 Warungasem, Minggu (12/5/2019).

Ujian tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai dari 11 Mei sampai 13 Mei 2019, secara serentak di Indonesia.

Tidak hanya memantau, Taufiq juga memberikan motivasi agar siswa percaya diri dalam mengikuti UNBK.

Selain itu mendorong kepada siswa kejar Paket B, agar selepas ujian untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yakni ke kejar Paket C bahkan sampai kuliah.

"Keberpihakan pemerintah sudah luar biasa di bidang pendidikan, saat ini dari tingkat SD sampai SMP sekolah tidak bayar. Begitu pula di jalur pendidikan nonformal berupa kejar paket A,B dan C juga tidak bayar," tutur Taufiq.

40 Persen Warga Batang Hanya Tamat SMP, Bupati Wihaji Lakukan Hal Ini Untuk Dongkrak IPM

Taufiq memotivasi siswa Kejar Paket B agar semangat belajar.

Kendati kejar paket, namun ijazah setara dengan sekolah formal, dan harapannya lulusan kejar paket B bisa berlanjut ke paket C, dan seterusnya.

"Hasil pertemuan dengan Kementrian pendidikan, memberikan informasi bahwa ada salah satu murid lulusan paket C bisa sampai kuliah di Amerika. Artinya semua bisa saja, begitu juga siswa dari Batang pasti bisa, Kuncinya harus serius," pesan Taufiq.

Setelah memberikan motivasi kepada para siswa, ia juga memastikan pelaksanaan UNBK berjalan lancar.

"Dalam memastikan kelancaran UNBK, kami sudah menghubungi PLN semaksimal mungkin tidak ada pemadaman listrik, ketika UNBK berlangsung. Karena berbeda dengan sekolah formal, UNBK Paket B tidak disediakan mesin jenset dan sebagainya," ujarnya.

Sementara Bupati Batang, Wihaji mengatakan sejumlah 40 persen warga Batang hanya lulusan SMP, untuk itu Pemkab gencarkan pentingnya sekolah kepada warganya pada setiap kesempatan.

Bupati terus mendorong warganya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

"Pendidikan menjadi sangat penting untuk menyiapkan generasi hebat. Pemkab juga berupaya meningkatkan pendidikan dengan menyiapkan beasiswa dengan berkolaborasi dengan pemerintah pusat melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP)," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved