8 Tahun Jalan KH Samanhudi Pekalongan Tak di Perbaiki, Ratusan Warga Datangi ke Balai Desa

Sebanyak 100 orang dari Dukuh Dampyak, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mendatangi balai desa setempat.

8 Tahun Jalan KH Samanhudi Pekalongan Tak di Perbaiki, Ratusan Warga Datangi ke Balai Desa
Tribunjateng/ Indra Dwi Purnomo
Warga Dukuh Dampyak, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mendatangi Balai Desa Karangjompo tentang perbaikan Jalan KH Samanhudi yang merupakan jalan penghubung antara Kota dan Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/05/2019). Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Sebanyak 100 orang dari Dukuh Dampyak, Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mendatangi balai desa setempat.

Kedatangan warga ingin menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Desa Karangjompo tentang Jalan KH Samanhudi yang merupakan jalan penghubung antara Kota dan Kabupaten Pekalongan yang rusak sekian lama belum ada perbaikan.

Abdul Kholiq (35) warga RT 1 RW 6 mengatakan kerusakan jalan yang ada di desanya sudah dalam kondisi yang memperihatinkan.

"Kita warga RW 6, Desa Karangjompo datang ke balai desa ingin menanyakan nasib Jalan KH Samanhudi yang merupakan jalan penghubung antara Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Sudah delapan tahun rusak parah tanpa ada kejelasan kapan akan diperbaiki,"kata Abdul Kholiq kepada Tribunjateng.com di balai Desa Karangjompo, Minggu (13/05/2019) malam.

Menurutnya, jalan sepanjang kurang lebih 224 meter mengalami kerusakan yang parah dan sangat menggangu aktivitas warga.

Jalan yang semestinya bisa dilalui dengan nyaman, sekarang justru berbahaya karena berlubang dan selalu tergenang air. Walaupun tidak hujan, jalan tersebut selalu ada air karena dampak dari air rob.

Akibatnya, tidak sedikit warga yang terjatuh dari sepeda motor saat melintas di genangan air yang menutupi badan jalan.

"Kami meminta kepada pemerintah desa untuk menyampaikan kepada instansi terkait tentang kapan perbaikan jalan KH Samanhudi dan menanyakan kembali tentang proposal yang pernah diajukan dari pihak desa ke Pemkab Pekalongan,"jelasnya.

Abdul mengungkapkan warga juga ingin tahu kerusakan jalan tersebut selama ini tanggung jawab siapa karena memang Jalan KH Samanhudi berada di perbatasan dua desa dan dua wilayah pemerintahan yaitu Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.

"Hari ini belum ada solusi tentang kejelasan perbaikan jalan tersebut dan besok Senin (13/05/2019) kami dan bersama perangkat desa akan datang ke Bupati untuk menanyakan jalan tersebut,"ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved