Pilpres 2019

BPN Prabowo-Sandi Akan Dampingi Pelaku Ancam Keselamatan Presiden Jokowi

BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan memberi pendampingan hukum pada pengancam keselamatan Presiden RI Joko Widodo, yakni HS (25).

BPN Prabowo-Sandi Akan Dampingi Pelaku Ancam Keselamatan Presiden Jokowi
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan memberi pendampingan hukum pada pengancam keselamatan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yakni HS (25).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, HS dikenakan pasal makar karena mengancam memenggal Presiden Jokowi.

Ancaman itu ia lontarkan saat demo di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, pada Jumat (10/5/2019) siang.

Menurut Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak, ancaman yang dilontarkan HS hanya bersifat emosional dan tidak memiliki niat jahat.

"Tim Advokasi hukum akan berusaha mendampingi anak tersebut dan meyakinkan dia pasti tidak punya niat jahat selain memang emosional," ujar Dahnil saat dihubungi, Senin (13/5/2019).

Dahnil menilai, kasus dugaan makar yang menjerat HS sebagai bentuk ketidakadilan hukum.

Ia menyinggung kasus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Kuasa hukum Fadli melaporkan pemilik akun Twitter @NathanSuwanto, Nathan P Suwanto yang dianggap telah mengancam Fadli melalui kicauannya. Namun, kata Dahnil, tidak ada tindakan hukum dari pihak kepolisian.

Selain itu, Dahnil juga mencontohkan kasus dugaan ujaran kebencian politisi Partai Nasdem Viktor Laiskodat dalam pidatonya di Kupang, NTT pada 1 Agustus 2017 lalu.

Ia menuduh empat partai, yakni Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN mendukung adanya khilafah karena menolak Perppu Ormas.

Namun, Bareskrim Polri memastikan menghentikan sementara penyelidikan kasus ujaran kebencian politisi Nasdem, Viktor Laiskodat, sebab saat itu ia berstatus sebagai calon Gubernur NTT.

"Jadi, bila laku ketidakadilan hukum seperti ini terus dipertontonkan pasti akan sangat berdampak buruk bagi stabilitas sosial kita, rakyat sama sekali tidak akan percaya dengan polisi, karena lebih banyak digunakan sebagai alat politik," ucapnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPN Akan Beri Pendampingan Hukum Pria yang Ancam Jokowi"

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved