Asita Jateng: Semoga Keputusan Penurunan Tarif Tiket Pesawat Bukan Isapan Jempol

Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno menyebut, keputusan pemerintah sesuai yang diharapkan agen perjalanan wisata.

Asita Jateng: Semoga Keputusan Penurunan Tarif Tiket Pesawat Bukan Isapan Jempol
Thinkstock
Ilustrasi tiket pesawat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Langkah pemerintah menurunkan tarif batas atas tiket pesawat disambut positif asosiasi perjalanan wisata.

Mereka yakin jika tiket pesawat bisa turun, akan berpengaruh terhadap gairah kunjungan wisata domestik.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi mengumumkan keputusan itu setelah menggelar rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Harga tiket pesawat yang tinggi disebut berdampak pada dunia pariwisata dan perhotelan.

Ketua Asosiasi Travel Agen Indonesia (Asita) Jateng, Joko Suratno menyebut, keputusan pemerintah sesuai yang diharapkan agen perjalanan wisata.

"Rekan kami Asita Bali baru saja membuat petisi. Intinya sama, penurunan harga tiket pesawat. Karena informasi rekan-rekan di sana memang penurunan kunjungan wisata itu sangat terasa, kami ikut menandatangani petisi itu," ucap Joko saat dikonfirmasi, Selasa (14/5/2019).

Oleh karena itu, keputusan penurunan tarif batas atas menjadi angin segar bagi para pegiat wisata dan perhotelan.

Menurutnya memang mayoritas pengguna moda transportasi udara itu bepergian untuk plesir.

"Ya semoga ini bukan PHP, isapan jempol semata, maskapai juga bisa menjalankan keputusan pemerintah tersebut terutama untuk yang low cost carrier, karena itu yang pangsa pasarnya banyak," harapnya.

Selain menurunkan tarif batas atas, pemerintah juga mengimbau maskapai kategori low cost untuk menyesuaikan tarif.

Mereka setidaknya diminta menetapkan harga tiket 50 persen dari tarif batas atas.

Angka itu dipandang Joko cukup rasional untuk mengembalikan minat masyarakat kembali menjadikan moda transportasi udara sebagai prioritas untuk berpergian jarak jauh.

Meski ia kurang yakin akan kembali banyak harga promo seperti tahun lalu, namun ia tetap optimis akan ada peningkatan kunjungan wisatawan domestik.

"Saat ini kan yang digunakan maskapai adalah harga ekonomi tertinggi. Jadi nggak ada lagi harga promo. Kami lihat nanti jalannya kebijakan pemerintah ini. Tapi kami optimis akan ada dampaknya terhadap pariwisata dan perhotelan," pungkasnya. (Rival Almanaf)

Penulis: rival al-manaf
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved