Bupati Pekalongan dan Forkopimda Buka Puasa Bersama Sinta Nuriyah Wahid

Bupati Asip menyampaikan, kehadiran istri Gus Dur di Kajen membawa barokah untuk kita karena telah mengajarkan bagaimana menghargai sesama.

Bupati Pekalongan dan Forkopimda Buka Puasa Bersama Sinta Nuriyah Wahid
IST
Buka Puasa Bersama Sinta Nuriyah Wahid di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (13/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta Forkopimda melaksanakan Buka Puasa Bersama istri Presiden RI keempat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Hj. Sinta Nuriyah Wahid di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (13/5/2019).

Kegiatan dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto,S.IP.,MMS, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan Drs. H. Suwoto, SH, MH., perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan, beberapa anggota DPRD perempuan Kabupaten Pekalongan, Ketua TP PKK Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, dan tamu undangan lainnya.

Bupati Asip Kholbihi dalam sambutannya menyampaikan jika kehadiran istri Gus Dur (alm) di Kajen membawa barokah untuk kita semua karena Sinta Nuriyah telah mengajarkan kita semua bagaimana menghargai sesama.

“Hari ini kita mendapat kehormatan menerima kunjungan Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (Gusdur) dalam acara Berbuka Puasa Bersama Kaum Dhuafa, anak yatim-piatu, para petani, nelayan, tokoh lintas agama untuk mendengarkan tausiyah beliau yang pada intinya agar kita semakin kokoh dalam mencintai bangsa dan negera karena kita adalah satu yaitu satu bangsa, satu nusa dan satu bahasa yaitu Indonesia,” ujar Bupati.

Kata Bupati, dengan kehadiran Dra. HJ. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ini  kita akan melakukan penyusunan kembali program-program dan insya Allah kehidupan itu tambah makmur barokah.

“Semoga beliau akan membimbing kita semua sebagai anak bangsa menuju bangsa yang menghargai sesama bangsa. Insya Allah akhirnya adalah menjadi bangsa yang baldatun toyyibatun warofuun ghofur,” ujar Bupati.

Sementara itu Sinta Nuriyah dalam tausiyahnya mengatakan, di Indonesia ini terdapat banyak suku, bahasa, budaya, pulau, dan agama.

"Bhineka Tunggal Ika yang sebagai kebhinekaan Indonesia itu harus dijaga bersama. Jangan sampai gontok-gontokan, saling hujat, apalagi saling menyebarkan berita hoaks," katanya.

Lebih lanjut, Sinta Nuriyah mengatakan bahwa pada hakikatnya semua adalah satu, yaitu satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

“Oleh karena itu dengan acara ini, saya mengajak semua orang yang hadir di sini untuk menjaga kerukunan, kedamaian, dan mengeratkan kembali tali persaudaraan," katanya.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved