Hati Mustaqim Terketuk Mendengar Tausiyah dari Istri Gus Dur

Seluruh warga binaan di Lapas Kelas II A Pekalongan ikuti sahur bersama Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Hati Mustaqim Terketuk Mendengar Tausiyah dari Istri Gus Dur
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Ratusan warga binaan Lapas Kelas II A Pekalongan bersantap sahur bersama istri Presiden RI ke-4 Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, di gedung serbaguna Lapas Kelas II A Pekalongan, Selasa (14/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Seluruh warga binaan di Lapas Kelas II A Pekalongan ikuti sahur bersama Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Dari total 199 warga binaan yang ada, satu orang memberanikan diri mengungkapkan apa yang dirasa saat istri dari Presiden RI ke-4 itu berkunjung.

Pasalnya selain mau bersantap sahur bersama warga binaan, Shinta juga memberikan tausiyah, di mana tausyiah tersebut mengetuk hati warga binaan Lapas Kelas II A.

"Hati saya terketuk saat ditegur menggunakan senyuman karena kami mendahului santap sahur tanpa memperhatikan lainnya," jelas Mustqim Yuda satu di antar warga binaan di Lapas Kelas II A, Selasa (14/5/2019).

Di antara ratusan warga binaan lainnya, Mustaqim mengaku sangat cinta terhadap sosok Abdulrahman Wahid atau Gus Dur.

"Terus terang saya cinta terhadap sosok Gus Dur, ia sangat cerdas bahkan ia bisa menghafal begitu banyak nomor telepon ketika itu," paparnya.

Harapan ingin bertemu Gus Dur dikatakannya pupus karena sosok Presiden RI ke-4 telah tiada, dan Mustaqim harus menjalani hukuman di Lapas Kelas II A Pekalongan.

"Namun keinginan bertemu Gus Dur sedikit terobati bisa mendengar tausiyah istrinya, dan melihatnya secara langsung," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Pekalongan, Agus Heryanto, berharap, dengan kedatangan istri Presiden RI ke-4 bisa memotivasi warga binaan agar semakin baik.

"Bagi kami keluarga besar Lapas Kelas II A Pekalongan, kehadiran beliau merupakan suatu kehormatan. Karena kegiatan serupa pernah dilakukan di Lapas Nusakambangan dan Lepas lainya di Indonesia beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan kedatangan Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid bisa membawa berkah bagi keluarga besar Lapas Kelas II A Pekalongan," tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved