Ini Hukum Merawat Jenazah, Agus Riyadi : Jangan Sampai Jenazah Terabaikan Karena Menunggu 1 Modin

Para Muslimat Nahdlatul Ulama Anak Cabang Mijen Kota Semarang menyelenggarakan pelatihan pemulasaraan jenazah pada, Minggu (12/5/2019)

Ini Hukum Merawat Jenazah, Agus Riyadi : Jangan Sampai Jenazah Terabaikan Karena Menunggu 1 Modin
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Para Muslimat Nahdlatul Ulama Anak Cabang Mijen Kota Semarang menyelenggarakan pelatihan pemulasaran jenazah pada, Minggu (12/5/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para Muslimat Nahdlatul Ulama Anak Cabang Mijen Kota Semarang menyelenggarakan pelatihan pemulasaraan jenazah pada, Minggu (12/5/2019) di Kantor MWC NU Kecamatan Mijen.

Kegiatan pelatihan tersebut dimulai sejak pukul 09.00 - 11.30 WIB dengan mendatangkan narasumber Agus Riyadi, M.SI selaku dosen di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.

Dalam memberikan materi, Agus Riyadi memberikan penjelasan bagaiman kewajiban setiap muslim untuk merawat jenazah secara islami dengan memperhatikan faktor-faktor kesehatan.

Adapun hukum merawat jenazah menurut Agus adalah wajib kifayah.

"Wajib kifayah artinya cukup dikerjakan oleh sebagian masyarakat, bila seluruh masyarakat tidak ada yang merawat maka seluruh masyarakat akan dituntut di hadapan Allah Swt. Sedang bagi orang yang mengerjakannya, mendapat pahala yang banyak di sisi Allah Swt," jelas Agus.

Lebih lanjut, dalam pandangan masyarakat, kebanyakan kasus yakni orang yang bertugas menangani perawatan jenazah adalah petugas keagamaan setempat atau yang biasa disebut Modin.

Adapun segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan perawatan jenazah diserahkan kepada Modin. Kebanyakan masyarakat menganggap tidak perlu mengetahui cara merawat jenazah dari awal hingga selesai karena sudah ada petugasnya sendiri. Sehingga jika suatu ketika terjadi musibah beberapa orang meninggal dunia dalam satu desa atau wilayah secara bersamaan, maka perawatan jenazah si mayat bisa dipastikan akan mengalami keterlambatan atau tidak bisa segera ditangani karena hanya mengandalkan petugas tersebut.

Oleh karena itu untuk mengantisipasinya, masyarakat perlu mengetahui cara merawat jenazah dengan benar sesuai tuntunan sunnah Rasul SAW dari awal hingga akhir.

"Ini semua perlu diketahui banyak masyarakat. Rata-rata modin per kelurahan hanya 1. Semisal yang meninggal lebih dari 1 orang dalam 1 waktu, bisa-bisa terjadi keterlambatan," tambah Agus.

"Maka dari itu dalam hal pemulasaraan jenazah setidaknya bisa dipahami oleh kebanyakan masyarakat sekitar. Baik dari perawatan secara islami, memandikan jenazah, mengkafani, menshalatkan, sampai menguburkan terlebih memahami prosedur pemulasaraan secara medis (memperhatikan kesehatan)," tambahnya.

Hj. Amenah, S.Ag selaku Sekretaris Muslimat Nahdatul Ulama Anak Cabang Mijen Kota Semarang berharap, masyarakat di Kecamatan Mijen dapat mengetahui detail pemulasaraan jenazah atau yang dikenal "ngopeni jenazah" secara baik dan benar.

Adapun baik dalam arti tidak merusak anggota tubuh jenazah dan benar dalam hal kaidah islam maupun dalam hal medis.

"Seperti yang sudah disampaikan pak Agus Riyadi, dalam hal medis menggunakan sarung tangan, baju, dan mengacu pada protap (protokol tetap) tata cara memandikan jenazah penderita penyakit menular. Ini dimaksudkan demi kemaslahatan diri maupun orang lain. Namun yang terjadi saat ini belum banyak masyarakat maupun Modin yang mengetahui tata cara pengurusan jenazah yang mengidap penyakit menular. Ini jadi penting," terang Amenah.

Pelatihan Pemulasaraan Jenazah oleh Muslimat NU Anak Cabang Mijen menurut Amenah bertujuan untuk membekali masyarakat terutama para tokoh agama agar dapat berperan aktif membantu modin yang ada.

"Banyak perumahan baru yang dibangun di wilayah Mijen. Hal ini berdampak pada pola hidup masyarakat Mijen yang cenderung instan termasuk dalam hal pengurusan jenazah. Karenanya masyarakat lebih memilih meminta bantuan Modin untuk mengurus jenazah keluarga mereka dari pada mengurusnya sendiri. Dan jika ada lebih dari 1 jenazah dalam 1 waktu, masyarakat bisa menanganinya sendiri," pungkas Amenah. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved