Jadi Rektor IAIN Salatiga, Prof Zaki Ingin Buka Progdi Halal

Ia secara resmi telah dilantik pada akhir April lalu, dalam kepemimpinannnya kali ini membuka program studi khusus halal

Jadi Rektor IAIN Salatiga, Prof Zaki Ingin Buka Progdi Halal
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Rektor IAIN Salatiga Profesor. Dr. Zakiyuddin Baidhawy saat jumpa pers di Ruang Rektor Gedung KH Hasyim Asyari Kampus 3 IAIN Salatiga, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Direktur Pascasarjana Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy terpilih menjadi rektor untuk masa jabatan 2019-2023.

Ia secara resmi telah dilantik pada akhir April lalu, dalam kepemimpinannnya kali ini membuka program studi khusus halal adalah cita-citanya selain meneruskan program rektor sebelumnya.

“Saya kira IAIN selain mengikuti visi Kementerian Agama (Kemenag) RI, ada lima visi yang ingin saya wujudkan selama kepemimpinan kedepan, satu diantaranya membuka program studi halal,” terangnya dalam jumpa pers kepada Tribunjateng.com, di Ruang Rektor Gedung KH Hasyim Asyari Kampus 3 IAIN Salatiga, Selasa (14/5/2019)

Menurut Zaki, industri wisata halal sudah sangat dibutuhkan Indonesia mengingat dari data yang ada Indonesia menempati urutan kedua setelah Malaysia dalam kunjungan wisatawan muslim mancanegara.

Dikatakannya, untuk mendukung iklim wisata halal yang baik tentu dibutuhkan sumberdaya manusia, sedang hal itu perguruan tinggi (PT) harus menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan pasar sejak sekarang.

“Karena menurut saya belum banyak PT membuka jurusan itu. Makanya saya berkeinginan kedepan terwujud, selain meningkatkan relevansi daya saing lewat jurusan khusus halal adalah respon perkembangan zaman sekarang,” katanya

Ia menambahkan, beberapa hal lain yang ingin ia lakukan selama menjabat adalah tetap dan fokus menjadikan IAIN Salatiga sebagai kampus mensiarkan moderasi Islam.

Sehingga, menjadi rujukan studi Islam pada skala global dengan penguatan riset dan teknologi. Tidak ketinggalan lanjutnya, publikasi ilmiah serta reformasi kualitas penyelenggara pendidikan internal IAIN.

Pihaknya menyampaikan tahun ini jumlah mahasiswa yang mendaftar mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya dari 812 pendaftar menjadi 1.542 orang di 2019.

“Meski demikian saya jamin Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) akan tetap terjangkau. Kami juga akan memperluas kuota beasiswa baik kerjasama dengan Pemda, BUMN/BUMD. Itu semua bertuk kebijakan afirmatif terhadap beasiswa, sehingga semua bisa mendaftar menjadi mahasiswa,” jelasnya

Zaki menuturkan, ia juga berusaha meningkatkan peringkat akreditasi kampus hingga dari institute menjadi universitas ditargetkan tercapai pada tahun 2020 mendatang. Beberapa lembaga penelitian kampus demikian juga diperkuat khususnya riset dibidang Islam Indonesia.

Dia menyampaikan pada tahun ini satu jurnal ilmiah milik IAIN Salatiga telah bereputasi internasional, kedepan diharapkan bertambah lagi dua jurnal agar karya para dosen dibaca serta dikutip banyak akademisi luar negeri.

“Alih status menjadi universitas sudah kami siapkan sejak sekarang proposalnya. Syarat minimal menjadi universitas harus memiliki sebanyak 10 ribu mahasiswa. Saat ini sudah ada 12 ribu mahasiswa, 8 doktor, dan 6 profesor. Para lulusan juga kami berikan sertifikat kompetensi pendamping ijazah kedepannya,” tegasnya.  (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved