Kesaksian Pelatih, Dijanjikan Juara Tim Futsal Banjarnegara Justru Hancur di Porprov Jateng 2018

Ini terungkap dalam sidang terdakwa yang menghadirkan saksi Isa Bowo, pelatih futsal Banjarnegara pada Porprov 2018.

Kesaksian Pelatih, Dijanjikan Juara Tim Futsal Banjarnegara Justru Hancur di Porprov Jateng 2018
Tribun Jateng/Khoiruk Muzakki
Isa Bowo pelatih tim futsal Banjarnegara untuk Porprov Jateng 2018 bersaksi di persidangan kasus mafia bola di pengadilan Banjarnegara kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Harapan tim futsal Banjarnegara untuk menjuarai Porprov Jateng di Solo, Oktober 2018 lalu pupus.

Strategi yang diterapkan pemain atas arahan Anik Yuni Artika Sari untuk memenangkan pertandingan itu tidak berhasil.

Ini terungkap dalam sidang terdakwa yang menghadirkan saksi Isa Bowo, pelatih futsal Banjarnegara pada Porprov 2018.

Sebelumnya, mantan manajer Persibara Lasmi Indaryani melaporkan dugaan penipuan oleh oknum PSSI terhadap dia dan timnya yang dijanjikan naik kasta. Lasmi mengaku sudah keluar uang sekitar 1,2 miliar untuk itu. Di antaranya, Rp 175 juta ia transfer ke rekening salah satu terdakwa untuk memperoleh Juara Emas Porprov bola dan futsal.

Sejak awal Isa Bowo memang pesimis, tim futsal Banjarnegara bisa menjuarai kompetisi futsal di ajang Porprov. Ia sadar diri kemampuan timnya masih berada di bawah rata-rata kontestan lain yang lebih siap menatap laga itu.

Karena itu, ia tak memasang target apapun untuk timnya pada kejuaraan tersebut. Tetapi Tika meyakinkan akan membantu agar tim futsal Banjarnegara bisa keluar sebagai juara.

"Paling gak saya bantu pembagian drawing grup agar di grup yang lebih mudah. Setelah itu bantu trik cara bermain,"katanya

Manajer Persibara saat itu, Lasmi Indaryani ikut meyakinkannya bahwa Tika siap membantu tim futsal Banjarnegara untuk menjuarai Porprov. Karena itu, Tika diberi kesempatan untuk mendampingi pemusatan latihan di Purwokerto.

Meski jadwal Porprov sudah mepet, Training Center (TC) pun harus digelar selama 3 hari di Purwokerto. Dalam sesi latihan itu, Tika mengajari pemain trik yang bisa memicu wasit memberikan pelanggaran hingga hadiah pinalti.

Hingga tim futsal Banjarnegara mendapat giliran bertanding pada Porprov di Solo, Tika ikut memberikan instruksi ke pemain dalam pertandingan. Pemain diarahkan untuk membawa bola agar mendapatkan pelanggaran sehingga menerima hadiah pinalti.

Alih-alih mendapat hadiah pinalti, kata Bowo, strategi yang pasang Tika itu justru membuat para pemain cepat kelelahan hingga hilang koordinasi antar pemain. Sehingga tim lawan mudah melakukan serangan balik hingga timnya kebobolan.

Bukannya juara, tim futsal Banjarnegara bahkan harus menelan pil pahit karena menempati posisi buncit, atau peringkat 12 dari 12 kontestan dengan angka kebobolan lebih banyak.

"Manajer bilang, sudah mas ini untuk pembelajaran kita. Dan yang dijanjikan tidak ada, sama sekali itu pembohongan," katanya.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved