Pakar IT : Kominfo Bisa Cegah Kasus Ancaman Kepada Penyelenggara Negara di Sosmed

Ditangkapnya seorang pria berinisial HS setelah melontarkan kalimat pernyataan akan memenggal kepala presiden mendapat tanggapan dari pakar teknologi

Pakar IT : Kominfo Bisa Cegah Kasus Ancaman Kepada Penyelenggara Negara di Sosmed
Istimewa
Pengamat kejahatan cyber, Dr. Solichul Huda 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ditangkapnya seorang pria berinisial HS setelah melontarkan kalimat pernyataan akan memenggal kepala presiden mendapat tanggapan dari pakar teknologi informasi Dr Solichul Huda M Kom .

HS diringkus tim Jatanras Polda Metro Jaya setelah rekaman videonya yang menyatakan akan memenggal kepala presiden itu viral di media sosial.

"Dalam dua minggu terakhir ini, Polri justru disibukkan dengan penyidikan dan penangkapan pelaku penghinaan atau pengancaman baik kepala negara atau perangkat negara seperti Polri dan TNI yang dilontarkan melalui media sosial," terang Solichul Huda, Selasa (14/5/2019).

Ia beranggapan pelaku penghinaan dan pengancaman di media sosial sebagian besar karena efek emosional dari provokasi sewaktu dan setelah pelaksanaan pilpres.

Oleh karena itu pelaku tidak menyadari kalau dia melanggar hukum baik UU ITE maupun KUHP.

"Sebenarnya aksi-aksi serupa bisa dicegah.

Yang saya tunggu justru peran BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) dan Menkominfo untuk mengurangi kejadian ini," imbuh Huda.

Dari data yang ia miliki, sejak November hingga 13 Mei 2019 terdapat 631 pengancaman kepada penyelenggaran negara di media sosial yang dapat ditelusuri jejak digitalnya.

Dari jumlah itu, kurang dari 10 persen yang diproses kepolisian, termasuk yang ditingkat Polres.

"Karena untuk kasus yang tidak viral biasanya proses di kepolisian setelah ada laporan kepolisian.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved