Pasien Gizi Buruk Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Empat Hari di RSUD dr Soeselo Tegal

Pasien gizi buruk yang dirawat di Ruang Anggrek Kelas 3 RSUD dr Soeselo, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal dikabarkan meninggal dunia.

Pasien Gizi Buruk Meninggal Dunia, Sempat Dirawat Empat Hari di RSUD dr Soeselo Tegal
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Kesedihan terlihat jelas saat kedua orangtua membawa anaknya yang meninggal dunia akibat gizi buruk dibawa ke rumah duka di Desa Harjawinangun RT 05 RW 04, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Selasa (14/5/2019) dini hari. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pasien gizi buruk yang dirawat di Ruang Anggrek Kelas 3 RSUD dr Soeselo, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal dikabarkan meninggal dunia, Senin (13/5/2019) pukul 23.10.

Pasien yang dimaksud itu adalah Rani Cahyaningsih (17 bulan), warga Desa Harjawinangun RT 05 RW 04, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Sebelumnya, Rani mendapat perawatan di RSUD Dr Soeselo selama empat hari.

Orangtua Rani, Samsudin (30) mengatakan, anaknya dibawa ke rumah sakit karena terkena demam.

Menurut Samsudin, setelah menjalani perawatan di sana, anaknya ternyata memiliki gizi buruk sesuai informasi dokter.

"Kurang lebih empat hari anak saya dirawat. Alhamdulillah kami mendapat pelayanan yang cukup baik. Kami sudah ikhlas menerima cobaan ini," kata Samsudin kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/5/2019).

Sementara, dokter yang enggan disebut namanya berucap, pasien sempat ditangani dokter spesialis gizi buruk.

Dokter itu menyarankan kepada orangtua anak untuk dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang.

Tapi berbagai pertimbangan, kata Dokter, orangtua tersebut hanya menghendaki anaknya dirawat di RSUD dr Soeselo.

"Kalau dari hasil diagnosis, almarhumah mengalami gizi buruk dan sebenarnya harus dirujuk ke Semarang, tapi ditolak pihak orangtua. Makanya, kami bantu dengan mengebut kepengurusan surat-suratnya," ujar dokter.

Terpisah, Plt Direktur RSUD Dr Soeselo Slawi, Hendadi Setiaji mengakui ada pasien gizi buruk meninggal dunia yang dirawat di Ruang Anggrek itu.

"Dan kemarin dibawa pulang menggunakan mobil ambulans milik Yayasan GST. Sekarang sudah dimakamkan di TPU setempat," tutur Hendadi. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved