Pemkab Pekalongan Munculkan Program 'Nongol', Ditargetkan 900 UMKM Terbebas Jeratan Rentenir

pada 2019 Pemkab Pekalongan bersama OJK Tegal fokus pada dua program kerja yakni kredit 'Nongol' melawan Bang Tongol atau rentenir dan AUTS.

Pemkab Pekalongan Munculkan Program 'Nongol', Ditargetkan 900 UMKM Terbebas Jeratan Rentenir
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan sambutan dalam Rapat Pleno Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (13/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Guna membantu perekonomian masyarakat, terutama agar terhindar dari permasalahan negatif rentenir, Pemkab Pekalongan menargetkan 900 UMKM terfasilitasi program Non Bank Tongol (Nongol) dimana itu bekerja sama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal.

Hal tersebut diungkapkan Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto dalam Rapat Pleno Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (13/5/2019).

Disampaikannya, pada 2019 Pemkab Pekalongan bersama OJK Tegal fokus pada dua program kerja yakni kredit 'Nongol' melawan Bang Tongol atau rentenir dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) bagi peternak sapi.

Program ini menurutnya, guna memerangi rentenir dan TPKAD meluncurkan kredit 'Nongol' (Non Bank Tongol) yang akan dilaksanakan oleh BUMD yaitu PD BPR BKK Kabupaten Pekalongan dan PD BKK Kajen.

"Program ini diperuntukkan bagi pedagang kecil dan mikro, khusus di pasar rakyat dengan suku bunga rendah setara bunga KUR 7 persen per tahun serta ada jaminan dari Jamkrida," katanya.

Menurutnya, alokasi yang disediakan untuk kredit ‘Nongol' itu sebesar Rp 4,5 miliar.

Rp 3 miliar dari BPR BKK Kabupaten Pekalongan dan Rp 1,5 miliar BKK Kajen, adapun besaran pinjaman Rp 5 juta.

"Dengan ini ditargetkan 900 UMKM bisa terfasilitasi untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong pemberdayaan usaha ternak sapi melalui keikutsertaan AUTS dari PT Jasindo.

"Target AUTS 500 ekor sapi, kuota tahun ini ada 37 ekor sapi. Prediksi penambahan kuota dari Kementerian Pertanian RI ada 63 ekor sapi. Total menjadi 100 ekor sapi dan fokus pelaksanaan sosialisasi peternak sapi berada di Kecamatan Paninggaran," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved