Tokoh Agama di Purbalingga Tolak Poeple Power, Ini Alasannya

Gerakan poeple power diserukan oleh para pendukung salah satu paslon capres melalui media massa dan media sosial.

Tokoh Agama di Purbalingga Tolak Poeple Power, Ini Alasannya
Istimewa
K.H.Nurcholis Masrur Pengasuh Ponpes Azzuhriyah 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Beberapa hari terakhir, jelang akhir penghitungan manual Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), seruan gerakan poeple power muncul.

Tuduhan penyelenggaraan Pemilu yang curang dan tidak profesionel disebut-sebut sebagai alasannya.

Gerakan poeple power diserukan oleh para pendukung salah satu paslon capres melalui media massa dan media sosial.

Namun, di sejumlah daerah, tolakan terhadap gerakan tersebut lebih keras.

Di Kabupaten Purbalingga, Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purbalingga, KH Ahmad Muhdzir, Rabu (14/5/2019) mengatakan, poeple power yang diserukan jelang pengumuman resmi hasil pemilu oleh KPU, dinilai bertentangan dengan konstitusi.

Hal itu bukan cara penyelesaian sengketa pemilu sesuai dengan aturan perundang-undangan.

"Bagi masyarakat yang tidak paham, akan terseret arus gerakan itu."

"Poeple power malah akan membuat perpecahan di masyarakat."

"Oleh karena itu, kami, terutama warga NU menolak ajakan poeple power tersebut," kata dia.

Lebih lanjut, pihaknya juga menolak adanya hasil Ijtima Ulama 3 yang meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU membatalkan atau mendiskualifikasi salah satu paslon capres, yang mana mereka beralasan telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, masif dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved