BBWS Pemali Juwana Pastikan Huntara Akan Rampung Dalam Dua Pekan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana memastikan dalam dua pekan ini pihak proyek bisa merampungkan pembuatan bedeng untuk hunian sementara

BBWS Pemali Juwana Pastikan Huntara Akan Rampung Dalam Dua Pekan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
BBWS Pastikan Bedeng untuk Huntara Rampung Dalam Dua Pekan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana memastikan dalam dua pekan ini pihak proyek bisa merampungkan pembuatan bedeng untuk hunian sementara (huntara) bagi warga Tambakrejo.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai BBWS Pemali juana, Dani Prasetyo mengatakan, pihak proyek tengah melakukan perataan tanah untuk pembuatan bedeng. Saat ini perataan tanah sudah berjalan 80 persen.

"Setelah perataan selesi, kami akan segera membuatkan bedeng untuk huntara. Target bedeng jadi dua pekan lagi," tutur Dani, Rabu (15/5/2019).

Dani menjelaskan, akan membuat dua bedeng terlebih dahulu dengan ukuran 10x20 meter. Dia memperkirakan, dua bedeng tersebut bisa menampung 30 KK.

"Kami buatkan ukuran segitu, nanti biar warga yang membagi, mau ukuran 3x4 atau 3x5 meter," sebutnya.

Terkait dengan fasilitas lain seperti air dan MCK, dia mengakui bukan menjadi tanggungjawab BBWS. Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) terkait fasilitas pendukung lainnya.

Setelah huntara tersebut rampung, sambung Dani, BBWS juga bakal melakukan pengurukan di bagian hilir untuk memenuhi kekurangan huntara. Dikatakannya, huntara tersebut tidak akan mengganggu jalannya proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) pihaknya telah memperkirakan dan menyiapkan jalur agar alat berat tetap bisa keluar masuk.

"Kalau huntara sudah jadi, kami bisa melanjutkan proyek. Kalau saat ini banyak tenda agak susah keluar masuk alat berat," ujarnya.

Sementara itu, Lazisnu Kota Semarang turut membantu memberikan fasilitas untuk warga Tambakrejo berupa musala darurat.

"Musala sangat dibutuhkan masyarakat. Setiap manusia tentu butuh untuk dekat dengan Tuhannya, Allah SWT. Nah, kami usahakan pendirian musala darurat untuk mereka agar tetap beribadah, tetap mengingat Allah," kata Ketua Lazisnu, Pargono.

Pargono mengatakan, pihaknya membuat semacam shelter untuk musala dengan anggaran sekitar Rp 2,5 juta. Musala ini dibangun secara gotong royong bersama warga. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved