Detik-detik Waisak 2019 Jatuh Minggu 19 Mei Pukul 04.11 WIB di Candi Borobudur

Perayaan Hari Waisak 2563 BE / 2019 akan digelar di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang mulai Selasa (14/5/2019) hingga Minggu (19/5/2019) mend

Detik-detik Waisak 2019 Jatuh Minggu 19 Mei Pukul 04.11 WIB di Candi Borobudur
TRIBUNNEWS
Ribuan lampion diterbangkan di Langit Candi Borobudur, Rabu malam (10/5/2017) dalam rangka peringatan Waisak. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Perayaan Hari Waisak 2563 BE / 2019 akan digelar di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang mulai Selasa (14/5/2019) hingga Minggu (19/5/2019) mendatang.

Sedangkan Detik-detik Waisak Waisak 2563 BE / 2019 jatuh pada Minggu 19 Mei 2019 Pukul 04.11 WIB.

Sejumlah rangkaian jelang detik-detik Waisak, di antaranya terdapat pengambilan air berkah dari Umbul Jumprit, Parakan, Temanggung, Jateng pada Kamis (15/5/2019). Kemudian dibawa menuju Candi Mendut di Magelang.

Pada Jumat (16/5/2019) dilaksanakan pengambilan api alam dari Api Abadi Merapen, Grobogan Jawa Tengah pukul 10.00 wib. Selanjutnya dikirab menuju Candi Mendut Magelang.

Pada Sabtu (17/5/2019), digelar kirab api abadi dan air berkah dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Pada malam harinya atau jelang detik-detik Waisak, digelar seremonial yang akan dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin.

Pada malam tersebut, juga akan dilaksanakan pelepasan lampion oleh Menteri Agama beserta para tokoh ummat Buddha serta pihak terkait.

Penasihat Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), David Herman Jaya mengungkapkan, pada momentum Waisak tahun ini, diharapkan seluruh ummat Buddha di Indonesia tetap bersatu.

Pascapemilu, lanjutnya, ummat Buddha diminta untuk taat konstitusi dan menerima apapun hasilnya. Ummah Buddha juga tidak akan ikut dalam berbagai aksi massa.

“Umat bubdha tenang saja karena kita percaya pada konstitusi negara, semua disalurkan melalui mekanisme hukum. Kita juga tidak akan mengerahkan massa karena di Buddha gak kenal demo, kalua dialog oke,” kata mantan Ketua  Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jateng tersebut melalui keterangan persnya.

Ia berharap, Waisak tahun ini menjadi refleksi pada semua untuk tetap menjaga kerukunan sesama anak bangsa, menjaga ketentraman, mendoakan agar Indonesia semakin maju.

“Waisak ibaratnya seperti Ramadan yaitu bulan penuh berkah. Mudah-mudahan 22 Mei mendatang Indonesia tetap aman, damai, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” harapnya.(*)

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved