Disbudpar Akan Gali Potensi Wisata Kuliner Kota Semarang

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang akan terus menggali potensi wisata kuliner di Kota Semarang.

Disbudpar Akan Gali Potensi Wisata Kuliner Kota Semarang
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Para peserta Forum Group Discussion Baseline Assessment Desain Strategi dan Rencana Aksi (DSRA) Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kota Semarang berfoto bersama usai acara di Aston Hotel, Rabu (15/5/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang akan terus menggali potensi wisata kuliner di Kota Semarang.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, setiap daerah di Kota Semarang sebenarnya memiliki kuliner khas masing-masing. Namun, selama ini pengelolaan masih belum sepenuhnya optimal.

"Kami akan mempersiapkan kedepan untuk menyajikan wisata kuliner yang lebih kreatif lagi. Tentunya kami tidak bisa sendiri, butuh sinergi pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan media," tutur Iin, sapaan Indriyasari, dalam acara Forum Group Discussion Baseline Assessment Desain Strategi dan Rencana Aksi (DSRA) Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kota Semarang yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata (Kemenpar) di Aston Hotel, Rabu (15/5/2019)

Menurut Iin, pengembangan wisata kuliner tidak hanya di pusat kota saja.

Dia ingin rintisan wisata yang ada di Kota Semarang juga terus mengembangkan wisata kuliner, seperti Desa Wisata dan Pasar Wisata yang saat ini sudah terbentuk.

"Kami ingin optimalkan kuliner wisata rintisan, seperti Pasar Semarang kedepan harus bisa lebih aktif, Pasar Jaten yang lokasinya jauh juga bisa lebih ramai. Memang persaingan cukup besar tapi bgmana potensi bisa kami buka," tuturnya.

Tidak hanya kulinernya saja, Iin menyebut, pelaku usaha maupun komunitas akan didorong untuk bisa menciptakan penyajian kuliner dengan baik, kebersihan kuliner, dan kenyamanan tempat.

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi II Kemenpar, Reza Fahlevi mengatakan, untuk menciptakan wisata kuliner, pemerintah harus bersinergi menggandeng pelaku usaha bahkan para akademisi untuk terlibat dalam wisata kuliner.

"Hari ini kami menyusun DSRA. Untuk membangun wisata kuliner Joglosemar harus ada perencanaan, sistematis, dan sesuai target. Hari ini kami lakukan tahap diskusi dengan seluruh stakeholder untuk mendengar masukan mana yang jadi prioritas wisata kuliner di Semarang," ujar Reza.

Menurutnya, Kota Semarang memiliki potensi wisata kuliner yang baik. Terlebih, didukung dengan banyaknya agenda wisata yang tentunya akan menjadi daya tarik.

"Kami sangat apresiasi Semarang banyak sekali event. Kekuatannya di sisi budaya. Semakin banyak event, tentu akan ramai dan membawa dampak yang luar biasa untuk wisata kuliner," katanya.

Tim Percepatan dan Pengembangan Kuliner dan Belanja Kemenpar yang juga menjadi narasumber, Ismayanti mengatakan, para pegiat wisata di Kota Semarang harus mulai melakukan inovasi-inovasi terkait wisata kuliner. Menurutng, konsep home cooking, streetfood, cooking lesson harus mulai dikembangkan.

"Konsep wisata masak bersama keluarga itu menjadi daya tarik tersendiri. Untuk street food di Semarang sudah beragam tapi ini menjadi PR besar mengenai sanitasi higene," ujarnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved