Gelar Tarling, Bupati Pekalongan Imbau Warganya Jangan Terprovokasi Hoaks Pasca-Pemilu

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menghimbau agar masyarakat tidak terhasut dengan berita hoax atau bohong dan ujaran kebencian.

Gelar Tarling, Bupati Pekalongan Imbau Warganya Jangan Terprovokasi Hoaks Pasca-Pemilu
Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyerahkan bantuan pendidikan usai melaksanakan Tarling di Masjid Al Hikmah Adi Wukur Desa Randusari Kecamatan Doro, Rabu (15/05/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Proses Rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 masih berlangsung. Masyarakat Kabupaten Pekalongan pun dihimbau untuk menunggu hasil resmi perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menghimbau agar masyarakat tidak terhasut dengan berita hoax atau bohong dan ujaran kebencian.

Pihaknya tak menampik provokasi yang muncul dari ujaran kebencian dan berita bohong bisa menimbulkan perpecahan antar golongan masyarakat.

"Kita jangan sampai terprovokasi, alhamdulillah di Kabupaten Pekalongan masih aman dan kondusif. Masyarakat harus tetap sabar, bersatu dan rukun. Tunggu hasil pemilu," kata Asip Kholbihi kepada Tribunjateng.com usai melaksanakan tarawih keliling (tarling) di Masjid Al Hikmah Adi Wukur, Desa Randusari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (14/05/2019).

Menurutnya, tarawih keliling bersama tiga pilar ini tujuannya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan mensosialisasikan program-program pemerintah.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga sebagai modal dasar kita untuk menjadi yang lebih baik pasca pemilu 2019.

"Tiga pilar itu diantaranya Eksekutif, Legislatif, Yudikatif. Eksekutif ada dari Kami, Kodim, dan Polres. Kemudian dari Legislatif di wakili oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, dan dari Yudikatif dari Ketua Pengadilan Agama. Semuanya memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang tugas pokok masing-masing dan ingin memperkuat kembali tali persaudaraan pasca Pemilu 2019,"ungkapnya.

Asip mengungkapkan dalam Tarling kedua ini Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan berbagai bantuan diantaranya dana pendidikan, puluhan paket sembako, dan dana hibah untuk masjid.

Kemudian yang paling penting yaitu kondisi sosial masyarakatan di Kabupaten Pekalongan yang secara umum aman dan kondusif.

"Dana hibah berjumlah Rp 80 juta, kemudian bantuan 50 paket sembako yang diserahkan kepada fakir miskin dan bantuan pendidikan untuk SD sebesar Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu dan SMA Rp 1 juta. Aman dan kondusifnya masyarakat di Kabupaten Pekalongan berkat kerjasama seluruh pihak pemangku kepentingan dan ini harus dijaga terus sambil kita mensosialisasikan agar masyarakat tidak termakan oleh berita benar,"jelasnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved