Lamanya Perizinan Berlayar Pengaruhi Pesanan Kapal Kayu di Kota Pekalongan

Lamanya perizinan berlayar pengaruhi jumlah pesanan kapal di beberapa galangan kapal kayu yang ada di Kota Pekalongan.

Lamanya Perizinan Berlayar Pengaruhi Pesanan Kapal Kayu di Kota Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah pekerja tengah membangun kapal di galangan kapal kayu yang ada di Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Lamanya perizinan berlayar pengaruhi jumlah pesanan kapal di beberapa galangan kapal kayu yang ada di Kota Pekalongan.

Pasal, para pemilik galangan kapal kayu harus menunggu pemesan kapal memperoleh izin berlayar dan melunasi biaya pembuatan kapal.

Seperti yang diungkapkan oleh Sunarto (41) pemilik galangan kapal kayu di Kecamatan Pekalongan Utara, di mana ia harus menunggu kapal buatannya diberikan izin berlayar.

"Kalau perizinan lama ya kami harus menunggu, pemesan juga tidak mau membayar jika kapal mereka bermasalah dalam perizinan," jelasnya, Rabu (15/5/2019).

Ia menuturkan, beberapa kali melakukan perbaikan karena ukuran kapal tidak sesuai dengan pengajuan surat izin.

"Kami ini hanya membuat, dan pemesan meminta baik ukuran serta desain, namun kalau tidak memenuhi standar perizinan kami yang harus memperbaiki dan disalahkan," ujarnya.

Dalam tempo satu tahun, Sunarto bersama pekerja lainya bisa membuat empat hingga lima kapal berukuran 150 gross tonnage dengan harga mencapai Rp 3,5 miliar.

"Biasanya bisa lebih banyak namun karena perizinan lama terpaksa kami harus menunggu pemesan untuk membayar lunas kapal yang kami buat," imbuhnya.

Terpisah Agus Triharsito pemilik PT Barokah Marlin, menuturkan, derita pengrajin kapal kayu semakin menjadi-jadi karena kelangkaan bahan baku.

"Kelangkaan bahan baku membuat pengrajin kapal kayu mendatangkan kayu dari Kalimantan, bahkan tak jarang bahan baku tersebut merupakan kayu Ilegal logging," kata Agus.

Ia menambahkan, untuk memajukan dunia maritim pemerintah harus mengambil peran baik terkait ketersediaan bahan baku dan percepatan perizinan.

"Pekalongan memiliki potensi bahari yang luar biasa, namun jika kondisinya seperti ini terus pastinya membuat lesu pembuat kapal, semoga saja ada tindakan nyata untuk merubah nasib dunia maritim di Kota Pekalongan," tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved