OPINI Miftahur Rohmah : Fastabiqul Khoirat di Bulan Suci

Ramadan merupakan bulan yang istimewa, bulan yang penuh berkah, di tambah bulan yang sangat dinanti-nanti oleh umat Islam yang kaffah

OPINI Miftahur Rohmah :  Fastabiqul Khoirat di Bulan Suci
bram
Miftahur Rohmah 

Oleh Miftahur Rohmah

Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang,Santri Darul Falah Be-songo

Ramadan merupakan bulan yang istimewa, bulan yang penuh berkah, di tambah bulan yang sangat dinanti-nanti oleh umat Islam yang kaffah. Banyak orang yang dulunya maksiat, tetapi ketika Ramadhan datang orang-orang tersebut menjadi taubat.

Hidayah yang diberikan Allah memang tak terduga. Tidak hanya itu, momentum Ramadhan sangat terkenang dihati, sebelumnya banyak event-event yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan tersebut, pasar dandangan kudus misalnya, yang merupakan salah satu adat budaya daerah yang biasa digelar untuk memeriahkan bulan Ramadan. Apalagi setelah masuknya bulan yang suci itu, pergelaran festival lomba semarak dilakukan, maupun jadwal siraman rohani entah itu di masjid atau mushola dipadatkan. Semoga menjadi berkah sesuai yang diharapkan.

Hal yang menarik ketika dibulan Ramadan adalah membludaknya santri yang mengikuti pasanan di pesantren, kebanyakan mereka berlomba-lomba untuk mencari pondok yang mempunyai ciri khas kharismatik kesalafannya, maupun ngalap berkah pada kyai yang terkenal kemasyhurannya.

Segala cara mereka lakoni demi bisa ngaji, dari tempat yang notabenya tidak layak pun mereka terjangi, asalkan bisa mendapatkan barokahnya yai. Tirakat itu perlu, dalam kepercayaan santri bahwasanya tirakat nantinya akan menghasilkan derajat yang tinggi. Tetapi perlu diingat, bahwa tirakat dikatakan sempurna jika dibarengi dengan Akhlaq yang mulia.

Kini, mulai dari pemuda yang awam maupun yang statusnya sudah menjadi santri, mereka berbondong-bondong untuk melakukan kebaikan. Melakukan kebaikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan, bagaimana tidak? Menurut keyakinan orang Islam bahwasanya amal ibadah nanti yang menemani kita di alam kubur.

Bukan harta, tahta, maupun wanita, melainkan amal perbuatan kita. Samahalnya dengan realita dalam kehidupan, jika berbuat baik maka akan dibalas dengan kebaikan, begitupun sebaliknya. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-zalzalah ayat 7 dan 8 “Famay ya’mal mitsqoola dzarratin khoiroyyaroh, wa mayya’mal mitsqoola dzarrotin syarroyyaroh”.

Bulan Ramadhan merupakan momentum yang pas bagi seseorang untuk mengawali memperbaiki diri, dan mengoreksi kesalahan yang diperbuat sehari-hari. Pahala dalam bulan yang penuh berkah tersebut dilipatgandakan. Bahkan banyak yang mengatakan“turune wong poso iku ngibadah”.

Kata tersebut mempunyai arti bahwasanya benar-benar terdapat keistimewaan bagi orang yang berpuasa, apalagi jika mengamalkan tindakan yang terpuji. Intropeksi diri bukan berarti harus terdiam dalam segala hal, akan tetapi tindakan yang diperbuat harus lebih baik dari sebelumnya.

Perkataan yang di ucapkan dari lisan harus bisa dikontrol agar ucapan tersebut bisa menjadi ucapan yang baik dan berfaedah, karena sedikit melenceng suatu ucapan, maka pengetahuan seseorang untuk memahami pun berbeda. Lisan itu tajam, lebih tajam dari pisau. Maka harus berhati-hati ketika mengeluarkan kata. Apalagi seorang perempuan yang lebih dikenal sebagai orang yang baperan dan sensitifan, lisan harus dijaga sepenuhnya seperti menjaga Muru’ah bagi kaum hawa.

Perubahan sikap dan perilaku dalam bulan Ramadan memang tidak dikagetkan lagi, mayoritas umat Islam mereka berlomba-lomba dalam kebaikan. Shodaqoh yang mereka keluarkan dilebih-lebihkan, tadarus Al-Qur’an mereka diistiqomahkan, bahkan Ibadah Sunnah, seperti Salat Terawih, witir, tahajud, dan dhuha mereka amalkan.

Memang adem ayem melihatnya, akan tetapi pengaplikasian tersebut baik apabila diistiqomahkan sampai akhir hayatnya dengan disertai niat yang tulus karena Allah Ta’ala, bukan karena ingin dipuji manusia. Semoga adanya bulan Romadhon ini pintu ampunan dan keberkahan selalu tercurahkan kepada setiap insan yang mendekatkan diri kepada Allah. Dan amal-amal yang telah dilakukan diterima oleh sang pencipta. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved