"Panas. . .Panas!" Teriak Terduga Teroris Grobogan saat Ditangkap Densus 88, Ini Kesaksian Tetangga

Kemungkinan besar, saat itu mayoritas warga tengah menyantap sahur di dalam rumah atau bahkan sudah tertidur pulas di dalam kamar

KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO
Suasana rumah kontrakan terduga teroris berinisial AH (26) di RT 2 RW 3, Dusun Kemantren, Desa Godong, Kecamatan Godong, Grobogan, Selasa (14/5/2019) 

TRIBUNJATENG.COM - Pada Selasa (14/5/2019) dini hari, perkampungan di RT 2 RW 3, Dusun Kemantren, Desa Godong, Kecamatan Godong, Grobogan, Jawa Tengah masih begitu sunyi.

Kemungkinan besar, saat itu mayoritas warga tengah menyantap sahur di dalam rumah atau bahkan sudah tertidur pulas di dalam kamar.

Tak ada satu pun warga yang menyangka jika menjelang subuh sekitar pukul 04.10 WIB itu bakal terjadi insiden yang begitu menghentak publik.

Saat itu, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror mengamankan seorang terduga teroris berinisial AH (26) di rumah kontrakannya di RT 2 RW 3, Dusun Kemantren, Desa Godong, Kecamatan Godong, Grobogan.

Sudah empat bulan ini, AH yang tercatat sebagai warga Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jateng itu menetap di rumah yang disewanya tersebut bersama istri dan seorang anaknya yang berumur 6 bulan.

Di gang sempit itulah, AH ditangkap oleh tim Densus 88 Anti Teror saat keluar dari rumah kecil bercat biru itu.

Menjerit kepanasan

Tokoh masyarakat Kecamatan Godong, Mahmudi, menyampaikan, AH diamankan oleh beberapa orang yang berbadap tegap.

Tim Densus 88 Anti Teror tersebut ada yang berjaga di luar gang dan ada yang bertugas menjemput AH.

"Ada yang baju preman dan ada yang berseragam. Setelah tertangkap, AH dibawa masuk ke mobil dan dibawa pergi," terang Mahmudi saat ditemui Kompas.com.

Halaman
1234
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved