Video Ketua FKUB Salatiga dan Rektor IAIN Salatiga Tolak Adanya People Power

Ketua FKUB Salatiga dan Rektor IAIN Salatiga Tolak Adanya People Power

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga menolak adanya pihak tertentu yang menyerukan people power.

Ketua FKUB Kota Salatiga Noor Rofiq mengatakan semua pihak hendaknya menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta menghormati keputusan tersebut dan itulah terbaik bagi masa depan bangsa Indonesia.

"Gerakan people power jauh dari etika bangsa, apalagi alasan bahwa people power untuk menegakkan kalimat Allah padahal faktanya kedua pihak sama-sama muslim dan saudara sendiri sebangsa setanah air," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/5/2019)

Menurut Noor Rofiq, gerakan people power merupakan ajakan yang menyesatkan karenanya ia mengimbau  masyarakat jangan sampai terprovokasi.

Ia menambahkan, gerakan people power berlawanan dengan keputusan dari KPU, sebaiknya kalau sudah ditetapkan oleh konstitusi dan pemerintah, sebagai rakyat, dan bangsa yang mengikuti aturan pemerintah serta UUD 1945 harus tunduk.

"Alangkah lebih bijaksana jika Bulan Ramadhan ini dimanfaatkan sebagai momen menjaga hawa nafsu dan emosi, jangan justru memprovokasi dan membuat kegaduhan maupun keonaran," katanya

Pihaknya menegaskan sebaiknya apabila ada pihak yang keberatan dengan hasil KPU nantinya bisa menempuh jalur sesuai konstituasi atau menerima dengan ikhlas dan lapang dada. 

Sedangkan Rektor IAIN Salatiga Prof Dr Zakiyuddin Baidhawy mengatakan gerakan masyarakat atau disebut dengan people power hendaknya tidak dijalankan.

"Sebaiknya pihak yang kurang puas terhadap hasil pemilu mengadu ke Bawaslu atau menggugat ke Mahkamah Konstitusi," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/5/2019).

Menurut Prof Zaky, negara sudah memberikan jalan atau sarana sesuai konstitusi yang berlaku, bukan mengajak masyarakat melakukan sebaliknya.

Sebelumnya beredar informasi dan pemberitaan dari pihak tertentu akan adanya pengerahan massa di Kantor KPU RI Jakarta pada 22 Mei mendatang. (ris)




Penulis: M Nafiul Haris
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved