210 Desa di Kabupaten Pekalongan Selenggarakan Pilkades Serentak di Bulan November 2019

Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang dua pada tahun 2019 ini

210 Desa di Kabupaten Pekalongan Selenggarakan Pilkades Serentak di Bulan November 2019
Tribunjateng.com/Indra Dwi Purnomo
Kepala Dinas P3MD Kabupaten Pekalongan, M Avib 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang dua pada tahun 2019 ini.

Rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 6 November 2019.

"Pilkades serentak gelombang dua tahun 2019 ada 210 desa. Pilkades serentak direncanakan tanggal 6 November 2019, namun tanggal resminya belum karena itu harus dengan surat keputusan Bupati,"kata Kepala Dinas Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Pekalongan, M Avib kepada Tribunjateng.com, Kamis (16/05/2019).

Avib mengatakan, pembentukan kepanitiaan di tingkat desa diperkirakan sekitar bulan Juni, karena enam bulan sebelum pelaksanaan harus dimulai di tingkat level desa.

Kemudian untuk pelantikan kepala desa terpilih direncanakan dilakukan bulan Desember 2019.

"Persiapan sudah dilakukan sejak tahun 2018 kemarin. Sudah ada semua peraturan bupatinya, tinggal membuat peraturan bupati tentang jadwalnya saja,"ujarnya.

Pihaknya mengungkapkan ada beberapa aturan baru dalam pelaksanaan pilkades serentak tahun ini. Di antaranya, penggunaan gambar palawija dihilangkan dalam surat suara. Yang tertera hanya nama, foto, dan nomor urut calon kades.

Dalam pelaksanaan Pilkades, tidak boleh ada calon tunggal, atau melawan kotak kosong.

"Dulu biasanya tiap calon digambarkan dengan gambar palawija seperti jagung, padi, dan ketela. Sekarang hanya nomor urut, foto, dan nama calon. Sedangkan untuk calon maksimal dibatasi hingga lima calon. Ini sesuai dengan regulasinya. Jika calon lebih dari lima nanti akan ada skoring dengan memperhatikan beberapa aspek, seperti tingkat pendidikan dan pengalaman,"jelasnya.

Kemudian syarat lainnya, pendidikan minimal SMP sederajat dan untuk batasan maksimal mantan kades yang ingin kembali bertarung adalah tiga kali masa jabatan.

Halaman
12
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved