BEM Solo Raya Siap Redam Aksi Perpecahan Usai Pemilu 2019

Ratusan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi se-Solo Raya sepakat menginisiasi gerakan Merawat Persatuan dalam Kebhinekaan.

BEM Solo Raya Siap Redam Aksi Perpecahan Usai Pemilu 2019
ISTIMEWA
Sejumlah mahasiswa menghadiri acara Rekomitmen Indonesia Damai di Aula Universitas Islam Batik (Uniba) Solo, Rabu (15/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Ratusan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi se-Solo Raya sepakat menginisiasi gerakan Merawat Persatuan dalam Kebhinekaan.

Mereka mendeklarasikan gerakan itu saat acara Rekomitmen Indonesia Damai di Aula Universitas Islam Batik (Uniba) Solo, Rabu (15/5/2019).

Ketua BEM Solo Raya, Muhammad Arief Oksya mengatakan masyarakat kini berpotensi terpecah belah lantaran politik identitas selepas Pemilu 2019.

"Momentum Ramadan ini diharapkan sebagai momentum terwujudnya rekonsiliasi yang disebut Fathu Makkah. Ramadan harus menguatkan kembali daya rekat persaudaraan anak bangsa pascapilpres," kata dia.

Dia menyatakan BEM Solo Raya siap meredam sekaligus mengantisipasi aksi yang berpotensi mengganggu kondusifitas warga.

Rektor Uniba Solo, Pramono Hadi menyampaikan ada persoalan nyata meliputi kedangkalan kebhinekaan dalam masyarakat.

Faktor utama yang mempengaruhi, tambahnya, berupa egosektoral.

Selain itu, dia berpendapat kebanyakan masyarakat masih minim literasi.

"Dampaknya, mereka mudah termakan hoaks. Ini yang memprihatinkan," kata dia.

Sekretaris Rektor UMS, Anam Sutopo menyatakan pihaknya siap kembali menyerukan persatuan usai Pemilu 2019.

Dia berharap mahasiswa berperan aktif dalam meredam segala bentuk kegiatan yang berpotensi memecah belah masyarakat. (Rilis/Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved