Bupati Banjarnegara Imbau Warganya Tak Ikut-ikutan Gerakan People Power

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono tak ketinggalan untuk menyerukan masyarakat khususnya di wilayahnya agar tak ikut-ikutan dalam gerakan people power.

Bupati Banjarnegara Imbau Warganya Tak Ikut-ikutan Gerakan People Power
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono bersama putrinya yang juga mantan manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Menjelang pengumuman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang hasil perhitungan suara nasional, 22 Mei mendatang, isu rencana pengerahan massa untuk turun ke jalan guna (people power) menolak hasil hitung suara KPU mengemuka.

Isu kecurangan KPU pun digaungkan oleh pihak yang merasa dirugikan dari penyelenggaraan Pemilu 2019 ini, khusus Pilpres.

Jika benar wacana itu terjadi, ada potensi massa yang terlibat bukan berasal dari ibu kota, melainkan mendapatkan bantuan massa pendukung dari berbagai daerah.

Di sisi lain, aksi penolakan terhadap people power pun tak kalah gencar.

Suporter PSS Sleman dan Arema FC Rusuh karena Ada 20 Provokator

Sejumlah politisi, tokoh agama, institusi, hingga kepala daerah mengecam aksi itu dan melarang masyarakat untuk berangkat ke ibu kota menjelang pengumuman.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono tak ketinggalan untuk menyerukan masyarakat khususnya di wilayahnya agar tak ikut-ikutan dalam gerakan people power.

Menurutnya, akhir-akhir ini, ramai dipemberitaan terkait people power.

Ia mengajak masyarakat Banjarnegara untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia khususnya di wilayah Banjarnegara.

“Saya menghimbau kepada masyarakat Banjarnegara tidak perlu ikut gerakan people power. Jangan mudah terprovokasi yang dapat memecah belah persatuan kita. Demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ucapnya dalam rilis yang diterima Tribun, Kamis (16/5/2019).

Selain itu, Bupati Banjarnegara juga mengajak masyarakat Banjarnegara untuk bersabar menunggu keputusan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang.

Masyarakat diajak mempercayakan perhitungan suara itu kepada KPU yang bekerja secara profesional sebagai bagian dari proses demokrasi.

"Bersama-sama kita menjaga Banjarnegara yang adem, ayem menuju Banjarnegara yang bermartabat dan sejahtera,” katanya. (aqy)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved