Dua Kapal Hibah KKP Mangkrak dan Jadi Bangkai di Sungai Lohji Kota Pekalongan

Dua kapal hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mangkrak dan akhirnya karam di aliran Sungai Lohji Kota Pekalongan.

Dua Kapal Hibah KKP Mangkrak dan Jadi Bangkai di Sungai Lohji Kota Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Penampakan kondisi bangkai kapal karam hibah KKP RI (kiri) di aliran Sungai Lohji Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kamis (16/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dua kapal hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI mangkrak dan akhirnya karam di aliran Sungai Lohji Kota Pekalongan.

Akibat karamnya dua kapal itu, aktivitas nelayan menjadi terganggu.

Bahkan tak jarang saat kondisi air sungai sedang pasang, sebagian besar kapal yang melintas menabrak bangkai kapal hibah dari KKP tersebut.

Choirul Anam (43), warga Panjang Wetan Pekalongan Utara, yang bekerja sebagai penarik perahu penyebarangan di Sungai Lohji itu menjelaskan, banyak nelayan mengeluhkan adanya bangkai kapal itu.

"Selain mengganggu aktivitas nelayan. Saat air naik, bangkai kapal bergeser dan menghantam tanggul serta rumah warga yang ada di tepian sungai," jelasnya, Kamis (16/5/2019).

Anam berharap bangkai kapal hibah KKP itu segera dipindahkan agar aktivitas nelayan bisa lancar kembali.

“Bangkai kapal harus segera diangkat. Takutnya nanti tanggul tepi sungai rusak jika terus dihantam bangkai kapal, selain itu banyak sampah yang menyangkut di bangkai kapal,” paparnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan, Sochib Rochmat menyampaikan, masih berkoordinasi bersama Pemkot Pekalongan untuk mengangkat bangkai kapal.

“Kami masih lakukan pembahasan kelengkapan administrasi kapal. Ke depan akan kami usulkan ke anggaran perubahan terkait pengangkatannya. Kami akan upayakan agar aliran sungai lancar, kembali," ujarnya.

Ia menuturkan, dua bangkai kapal yang ada di aliran Sungai Lohji kini berada di dekat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Panjang Wetan, Pekalongan Utara.

"Kemungkinan pengangkatan dilaksanakan September atau Oktober 2019. Kmi juga akan kaji pemanfaatan bangkai kapal tersebut. Apakah masih bisa digunakan untuk kelompok nelayan atau dilelang," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved