Ada Upaya Penulis Menaikkan Martabat Bahasa Tegalan Melalui Biografi Lanang Setiawan

Bahasa Tegalan yang dahulu dianggap sebagai bahasa kelas rendah dan bahasa lawakan, kini mulai bergeser sebagai bahasa yang estetis.

Ada Upaya Penulis Menaikkan Martabat Bahasa Tegalan Melalui Biografi Lanang Setiawan
ISTIMEWA
Dina Nurmalisa Sabrawi. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kehadiran buku biografi Lanang Setiawan Penjaga Bahasa dan Pelopor Sastra Tegal, membuka peluang ditulisnya biografi tokoh-tokoh penting lainnya di Kota Tegal.

Hal itu diungkapkan pemerhati Sastra Indonesia, Dina Nurmalisa Sabrawi.

Dina adalah akademisi Universitas Pekalongan (Unikal).

Menurutnya, masyarakat perlu mengapresiasi penulis buku karya Muarif Esage, guru di SMA Negeri 1 Slawi, Kabupaten Tegal.

Lanang Setiawan layak disebut sebagai penjaga bahasa dan pelopor sastra Tegalan.

Ia memulai karyanya dari menerjemahkan puisi WS Renda Nyanyian Angsa ke dalam bahasa Tegal menjadi Tembangan Banyak.

Buku biografi tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kiprah Lanang sebagai penggerak kesenian lokal.

"Bahasa Tegalan yang dahulu dianggap sebagai bahasa kelas rendah dan bahasa lawakan, kini mulai bergeser sebagai bahasa yang estetis ketika menjadi medium karya sastra," katanya.

Ia melihat jika Lanang pantas untuk disebut sebagai begawan sastra Tegalan.

Menurutnya, bagian paragraf terakhir dalam pengantar buku biografi Lanang sangat menarik.

Penulisan buku biografi tersebut menjadi upaya menaikkan martabat bahasa Tegal.

"Buku Muarif ini layak dibaca dan dijadikan referensi bagi siapa pun yang peduli terhadap kebudayaan Tegal," katanya. (Fajar Bahruddin Achmad)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved