Bupati Pati Apresiasi Produsen Karkas Ayam yang Mengekspor Produknya ke Afrika Barat

Bupati Pati Haryanto beserta Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri seremoni Ekspor Perdana PT Samaco Karkasindo Utama (PT Samaco)

Bupati Pati Apresiasi Produsen Karkas Ayam yang Mengekspor Produknya ke Afrika Barat
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Bupati Pati Apresiasi Produsen Karkas Ayam yang Berhasil Ekspor Produknya ke Afrika Barat 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto beserta Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri seremoni Ekspor Perdana PT Samaco Karkasindo Utama (PT Samaco), Jumat (17/5/2019).

PT Samaco yang beralamat di Desa Bendar, Kecamatan Juwana merupakan produsen karkas ayam (daging dan tulang ayam tanpa kepala, kaki, dan jeroan). Untuk kali pertama, PT Samaco akan mengekspor produknya ke Republik Benin, Afrika Barat.

Direktur Utama PT Samaco Alvis Syahrani mengatakan, selama ini Republik Benin mengimpor karkas ayam dari Brazil. Namun, PT Samaco bisa menawarkan karkas berspesifikasi sama dengan harga lebih murah, sehingga bisa terkoneksi dengan pasar Benin.

"Awalnya, vendor yang bekerjasama dengan kami melakukan pendekatan-pendekatan, sehingga terkoneksi dengan pembeli yang ada di sana," ucapnya.

Alvis menambahkan, berdasarkan informasi yang ia dapat dari Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak, di Jawa Tengah dan Jawa Timur, PT Samaco adalah perusahaan pertama yang mengekspor karkas ayam.

"Dari informasi Balai Besar Karantina yang ada di Surabaya, selama ini belum ada ekspor ke luar negeri melalui Tanjung Perak," ucapnya.

Pada ekspor perdana ini, PT Samaco mengirimkan 50 ton karkas (whole chicken). Adapun target kapasitas ekspor PT Samaco ialah 600 ton per bulan.

"Harapan kami, akan ada kelanjutan ekspor ke negara lain di sekitar Benin, mungkin di Togo dan Ghana. Target ekspor 600 ton akan kami upayakan realisasinya secara bertahap," ungkapnya.

Alvis menambahkan, untuk kebutuhan pasar dalam negeri, PT Samaco memproduksi antara 400 sampai 500 ton karkas ayam per bulan. Termasuk di dalamnya ialah produksi daging ayam marinasi (daging ayam yang direndam dalam cairan berbumbu) untuk memenuhi kebutuhan restoran-restoran dalam negeri.

"Kebutuhan pasar lokal sebetulnya di atas 1.000 ton. Nanti setelah kami melakukan perluasan pabrik, mudah-mudahan kami bisa produksi dalam kapasitas tersebut," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved