Ganjar Jelaskan Pertemuannya dengan Beberapa Tokoh di Bogor: Kami Sudah Hitung Resikonya

Tidak ingin terjebak pada panasnya situasi politik tanah air, beberapa pemimpin daerah melakukan pertemuan di Museum Kepresidenan Balai Kitri Bogor

Ganjar Jelaskan Pertemuannya dengan Beberapa Tokoh di Bogor: Kami Sudah Hitung Resikonya
Istimewa
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berfofo bersama beberapa kepala daerah di Balai Kitri Bogor beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tidak ingin terjebak pada panasnya situasi politik tanah air, beberapa pemimpin daerah melakukan pertemuan di Museum Kepresidenan Balai Kitri Bogor.

Terlebih mereka telah menjalin perkawanan sejak lama meskipun mereka berbeda latar belakang partai politik. Bahkan pertemuan serupa bakal diagendakan keliling Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan pertemuan pada Selasa (15/5) itu memang diinisiasi untuk meredakan tensi politik tanah air yang semakin memanas menjelang pengumuman hasil akhir penghitungan suara 22 Mei mendatang.

Meski beberapa kepala daerah berhalangan hadir, tidak menyurutkan keakraban dan bahasan utama pertemuan itu.

"Ini bagian kegalauan, kegelisahan kita semua melihat kondisi politik mutakhir. Maka rasa-rasanya ini perlu hujan es yang harus dicurahkan," kata Ganjar, Kamis (17/5).

Pertemuan tersebut diikuti delapan kepala daerah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkilfimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak.

Kemudian ada juga Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

"Kemarin kawan-kawan yang datang sebenarnya yang sudah bertemu dan kenal sejak dulu. Maka ketika kita menjabat, mestinya kita menjadi embun, penyegar yang bisa mendinginkan situasi ketika Mas Bima Arya ngontak satu persatu, sama dengan dulu sebelum kampanye saya ketemu Mas Anies, Kang Emil di kantor Wapres kemudian ngobrol di kantor Pemda DKI. Dengan hanya berpoto tiga orang saja, bisa mengkomunikasikan kepada masyarakat nanti kampanye akan damai," kata Ganjar.

Sejalan dengan pertemuannya dengan Anies dan Ridwan Kamil di kantor Pemda DKI, pertemuan di Bogor ini juga diharapkan Ganjar jadi embun penyejuk yang dapat meredam ketegangan sebagian masyarakat yang menunggu hasil penghitungan suara pada 22 Mei mendatang.

"Hari ini menjelang tanggal 22 Mei kok masih ramai, maka kita coba dinginkan dengan warga yang beragam. Dengan representasi itu ada harapan simbolik yang kita berikan pada masyarakat, kita akan mendinginkan situasi ini ayo kita terima secara konstitusional putusan apapun, kita ikuti semua progresnya karena itu perintah undang-undang," katanya.

Halaman
12
Penulis: faisal affan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved