Kemenkominfo Libatkan Indosat Ooredoo Sebagai Advisor Program 100 Smart City Tahap III

Indosat Ooredoo menjadi bagian dalam ikut gerakan menuju 100 smart city tahap III tahun 2019.

Kemenkominfo Libatkan Indosat Ooredoo Sebagai Advisor Program 100 Smart City Tahap III
Istimewa
Pejabat Indosat Regional Jateng DIY berfoto bersama seusai menggelar kumpul media Ramadan di Gedung Indosat Jalan Pandanaran, Kamis (16/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Indosat Ooredoo menjadi bagian dalam ikut gerakan menuju 100 smart city tahap III tahun 2019. Operator jaringan telepon seluler tersebut berperan sebagai technology advisor dalam bimbingan teknis yang diadakan pada kota atau kabupaten yang terseleksi oleh Kemenkominfo RI.

Group Head Customer Operations Indosat Ooredoo Mirza Helmi menjelaskan, tingkat urbanisasi di Indonesia yang tinggi menyebabkan kompleksitas permasalahan kota berkembang sangat cepat. Ia memandang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau ICT merupakan salah satu yang memiliki potensi inovatif untuk menyelesaikan berbagai tantangan perkotaan.

"Indosat Ooredoo Business memiliki komitmen yang tinggi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Smart City di Indonesia guna mewujudkan manajemen perkotaan yang lebih maju dengan system yang inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan," terang Mirza sepertid dikutip dalam press rilis yang dikirim ke Tribun Jateng, Kamis (16/5/2019).

Ia mengungkapkan, komitmen Indosat Ooredoo sudah diwujudkan dengan membangun arsitektur smart city mulai dari pondasi dasar berupa jaringan atau infrasruktur telekomunikasi, layanan TIK, komputasi awan dan aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya secara terintegrasi dan berkesinambungan.

"Smart City juga merupakan inisiatif penting dari )emerintah di era revolusi industri 4.0. Konsep solusi Smart City Indosat Ooredoo dirancang untuk mencapai outcome yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah di perkotaan, warga kota dan komunitas bisnis untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, layanan publik yang baik, pertumbuhan ekonomi, dan efisiensi biaya," imbuh Mirza.

Jawa Tengah termasuk salah satu propinsi yang sudah menerapkan smart city. Pemerintah Kabupaten Batang, Boyolali, Pemalang, Pemerintah Kota Pekalongan merupakan beberapa contoh yang telah terbantu dengan adanya konektivitas yang lancar, internet, dan aplikasi yang terintegrasi untuk menunjang implementasi smart City.

"Keterlibatan ini bukan yang pertama bagi kami. Indosat Ooredoo sudah berperan aktif sejak awal diluncurkannya gerakan yang diprakarsai oleh Kemenkominfo RI ini, dimana salah satu isi programnya adalah pendampingan untuk implementasi smart city berbasis ICT," tandasnya.

Kementerian Kominfo melanjutkan program pendampingan di tahun 2019 yang dimulai sejak tanggal 16 Mei terhadap 25 kota dan kabupaten melalui proses yang sama seperti yang telah dilakukan di tahun 2017 dan 2018.

Program gerakan menuju 100 smart city ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dejgan inisiatif masing-masing. Dengan demikian membangun smart city tidak hanya terhenti di 100 kota dan kabupaten tersebut, yang pada akhirnya akan menjadikan bangsa Indonesia sebagai Smart Nation. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved